Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 April 2025 | 22.10 WIB

Orang yang Memiliki Ruangan Berantakan, Ternyata Punya Sisi Positif Menurut Psikologi

Sisi Positif Memiliki Ruangan Berantakan (Pexels) - Image

Sisi Positif Memiliki Ruangan Berantakan (Pexels)

JawaPos.com – Bekerja di ruangan rapi cenderung dikaitkan dengan hidup yang teratur. Tapi bukan artinya apabila kamu lebih nyaman melakukan pekerjaan di lingkungan berantakan bisa langsung dicap negatif.

Kenyataannya, apabila kamu suka melakukan suatu hal seperti pekerjaan di ruangan berantakan, menurut psikologi hal ini memiliki sisi positif.

Seperti yang dilansir dari laman Verywell Mind, Kathleen Vohs dan rekan-rekannya melakukan sebuah studi dengan menghadirkan eksperimen tentang psikologi kekacauan.

Secara garis besar, studi tersebut menjelaskan bahwa memiliki ruang berantakan dapat membawa beberapa keuntungan. Agar lebih jelas, simak penjelasan hasil penelitian psikologi berikut ini.

1. Meningkatkan Kreativitas

Peneliti menemukan, ruangan berantakan memungkinan seseorang membebaskan diri dari norma sosial dan ekspektasi. Hal ini lah yang lantas mendorong kreativitas muncul.

Pernyataan ini berdasarkan dari studi yang melibatkan peserta, dimana mereka diminta menyelesaikan sebuah tugas menemukan penggunaan baru bola pingpong. Sebagian peserta ditempatkan pada ruangan rapi, dan sebagian lainnya di ruang sebaliknya.

Menurut penilai independen, peserta di ruangan berantakan cenderung menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif.

2. Bersemangat Mencoba Hal Baru

Sebuah studi lain yang dijelaskan oleh Vohs juga menemukan fakta positif terkait ruangan berantakan. Peserta yang ditempatkan pada ruangan tak rapi mampu menyelesaikan teka-teki otak lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang berada di ruangan rapi atau teratur.

Uniknya, Albert Einstein dengan segala pemikiran kreatif dan sangat cerdas, juga terkenal dengan mejanya yang berantakan.

Adapun Vohs dan rekan-rekan peneliti pun pernah melakukan sebuah eksperimen, yang mana peserta secara acak diminta masuk ke ruangan berbeda. Tentunya salah satu ruangan berantakan, dan satu lainnya cukup rapi.

Para peserta disuguhkan smoothie dengan label ‘klasik’ dan label ‘baru’. Hasil menunjukan, orang-orang di ruangan rapi cenderung memilih label ‘klasik’, sementara mereka yang berada di ruangan berantakan lebih memilih label ‘baru’.

Intinya, orang yang berada di lingkungan teratur lebih suka memilih hal-hal konvensional, dan sebaliknya. Orang yang berada di ruangan cukup berantakan menyukai hal-hal baru.

3. Tidak Selalu Orang dengan Ruangan Berantakan Akan Menjadi Lebih Kreatif

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore