Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 20.10 WIB

7 Tanda Perilaku Pria yang Berakhir Selingkuh dalam Hubungan Menurut Psikologi

Tanda perilaku pria yang berakhir selingkuh dalam hubungan menurut psikologi - Image

Tanda perilaku pria yang berakhir selingkuh dalam hubungan menurut psikologi

JawaPos.com – Perselingkuhan dalam hubungan bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Sering kali, ada tanda-tanda halus yang bisa dikenali sejak awal, baik dari perubahan sikap maupun pola perilaku seseorang.

Menurut psikologi, ada beberapa ciri khas yang sering muncul pada pria yang akhirnya terjerumus dalam perilaku selingkuh.

Meskipun tidak semua pria dengan tanda-tanda ini pasti akan selingkuh, perilaku tertentu bisa menjadi indikasi awal dari kurangnya komitmen atau potensi ketidaksetiaan dalam hubungan.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (28/3), diterangkan bahwa ada tujuh tanda perilaku pria yang berakhir selingkuh dalam hubungan menurut psikologi.

1. Mempertahankan peluang terbuka
Individu yang berpotensi melakukan pengkhianatan cenderung tidak mampu berkomitmen secara total dalam hubungan.

Para lelaki menunjukkan sikap selalu memiliki pintu keluar dengan mempertahankan hubungan dekat dengan mantan pasangan.

Aktivitas seperti mengaktifkan aplikasi kencan dengan dalih “sekadar bermain” menjadi kebiasaan mereka.

Pola ini menandakan ketidakmampuan untuk menutup kemungkinan hubungan lain secara menyeluruh.

Flirting ringan yang dilakukan secara konsisten menjadi pertanda adanya kecenderungan tidak setia.

Ketika seseorang selalu mempertahankan berbagai pilihan, risiko pengkhianatan semakin tinggi. Pada akhirnya, peluang yang terbuka akan pada suatu saat dimanfaatkan.

2. Bereaksi defensif terhadap pertanyaan lokasi
Ketika ditanya tentang aktivitas atau keberadaan, individu berpotensi pengkhianatan akan menunjukkan sikap defensif berlebihan.

Mereka cenderung mengalihkan pembicaraan atau memberikan respon yang tidak langsung saat diajak berkomunikasi.

Pertanyaan sederhana tentang kegiatan akan ditanggapi dengan rasa tidak nyaman dan kecenderungan untuk menutupi sesuatu.

Reaksi berlebihan ini muncul karena adanya rasa bersalah atau ketakutan tertangkap basah.

Sikap defensif menjadi pertanda adanya sesuatu yang disembunyikan dalam hubungan. Komunikasi yang sehat akan terhambat karena ketidakjujuran.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore