Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 19.56 WIB

Orang yang Pelit Kemungkinan Pernah Mengalami Peristiwa Pahit Ini di Masa Lalu

Penyebab Orang Jadi Pelit (Pexels) - Image

Penyebab Orang Jadi Pelit (Pexels)

JawaPos.com – Orang dengan sifat pelit sangat sulit untuk mengeluarkan uang mereka. Seolah, jika sampai memberikan sedikit harta yang dimiliki, mereka akan jatuh miskin seketika.

Laman Soft Minds menjelaskan, sifat pelit berakar pada ketakutan mendalam. Sosok seperti ini khawatir apabila kendali atas sumber daya bakal hilang. Tak itu saja, dalam diri orang pelit juga tertanam ketidakpercayaan terhadap orang lain.

Namun perlu diketahui, sifat pelit ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan ada faktor yang mempengaruhinya. Biasanya, ini berasal dari pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan.

Untuk lebih memahami mengapa seseorang bisa menjadi kikir, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengalaman Hidup Dalam Kemiskinan

Seperti sudah disinggung sebelumnya, pengalaman hidup seseorang dapat memicu sikap pelit. Psych Mechanics menyebutkan, salah satunya adalah ketika seseorang tumbuh dalam keluarga serba kekurangan alias miskin.

Imbasnya, rasa tidak aman mengenai kondisi keuangan mulai timbul dan terus berkembang. Perasaan seperti ini membuat mereka merasa terus kekurangan sehingga sangat sulit untuk berbagi.

Peristiwa Terkait Finansial

Sifat pelit juga timbul seiring berjalannya waktu, khususnya ketika menemukan ada peristiwa kurang menyenangkan terkait keuangan. Misalnya saja seseorang tiba-tiba kehilangan pekerjaan.

Peristiwa ini lantas memicu ketakutan dalam diri seseorang. Ada kekhawatiran bahwa harta atau sumber daya yang dimiliki akan segera habis.

Dampak Negatif dari Sifat Pelit

Orang pelit bukan tidak mungkin akan mengalami dampak negatif dari sifat tersebut. Jika dilihat dari kacamata psikologi, pelit dapat mempengaruhi kecemasan, stress, serta munculnya perasaan bersalah.

Dalam kehidupan sosial pun orang pelit cenderung lebih mengalami kesulitan. Seseorang menjadi lebih waspada terhadap orang lain dan hal ini hanya akan menyulitkannya membangun koneksi. Pada akhirnya, perasaan keterasingan dan kesepian pun datang.

Selain itu, dari segi keuangan pun tidak baik jika terus menerus menahan uang serta mengontrolnya terlalu ketat. Orang pelit yang berperilaku seperti ini berpotensi kesulitan menyisihkan uang untuk keperluan jangka panjang.

Misalnya saja dana Pendidikan anak, dana pension, dan rencana membeli rumah. Jika sudah begini, finansial mereka mengalami ketidakpastian sehingga kesejahteraan hidup berkurang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore