
Ilustrasi orang yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis
JawaPos.com - Masa kecil adalah fondasi utama yang membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang di masa dewasa.
Bagi mereka yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis, pengalaman masa kecil sering kali meninggalkan jejak emosional yang sulit dihapus.
Ketidakhadiran kasih sayang, konflik berkepanjangan, atau kurangnya stabilitas bisa membentuk pola perilaku tertentu yang terbawa hingga dewasa.
Tanpa disadari, luka masa kecil ini memengaruhi cara mereka menjalani hubungan, membuat keputusan, hingga melihat diri sendiri.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Jumat (7/3), berikut merupakan 8 ciri orang yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis, di mana dampaknya akan terasa hingga dewasa.
1. Sulit Mempercayai Orang Lain
Seseorang yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis sering kali kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Jika sejak kecil mereka mengalami hubungan yang penuh dengan konflik, ketidakstabilan, atau bahkan ditinggalkan, mereka akan sulit percaya bahwa orang lain akan tetap ada untuk mereka atau memiliki niat baik.
Bukan berarti mereka tidak menginginkan hubungan yang dekat dan bermakna, tetapi sejak kecil mereka tidak pernah bisa sepenuhnya mengandalkan kepercayaan. Ketika seseorang pernah dikecewakan atau dikhianati, wajar jika mereka takut hal itu akan terulang lagi.
2. Takut Ditinggalkan
Ketika seseorang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis dan memiliki pengalaman kehilangan sejak kecil, baik karena perceraian orang tua, diabaikan secara emosional, atau merasa ditinggalkan oleh orang yang seharusnya ada untuk mereka, rasa takut ini akan melekat dalam diri mereka hingga dewasa.
Menghilangkan rasa takut ini membutuhkan waktu, tetapi penting untuk menyadari bahwa tidak semua orang akan meninggalkan mereka, dan hubungan yang sehat tidak seharusnya didasarkan pada ketakutan.
3. Terbiasa Menyenangkan Orang Lain
Orang yang tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis, penuh konflik atau tidak stabil sering kali mengembangkan kebiasaan untuk selalu mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri.
Saat masih kecil, mereka sudah belajar bahwa satu-satunya cara untuk menghindari pertengkaran atau mendapatkan perhatian adalah dengan menjadi "anak baik" yang selalu menyenangkan semua orang.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
