Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 16.04 WIB

7 Alasan Mengapa Orang yang Benar-Benar Unik, Sering Merasa Tidak Dipahami oleh Teman-Teman Terdekat Mereka Menurut Psikologi

seseorang yang merasa benar-benar unik (Freepik/Wavebreak Media)


JawaPos.com - Setiap orang tentu ingin dipahami, terutama oleh teman-teman terdekat. Namun bagi sebagian orang yang benar-benar unik—baik dalam cara berpikir, merasakan, maupun melihat dunia—rasa “tidak dipahami” justru menjadi pengalaman yang sering muncul.

Dalam kajian psikologi, keunikan bukan sekadar berbeda selera atau hobi. Keunikan sering berkaitan dengan pola pikir yang kompleks, sensitivitas emosional yang tinggi, kreativitas yang mendalam, atau sistem nilai yang tidak lazim dibanding lingkungan sosialnya.

Mengapa hal ini bisa membuat seseorang merasa terasing bahkan di tengah lingkaran pertemanan sendiri?

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 penjelasan menurut psikologi.

1. Pola Pikir yang Lebih Kompleks dan Abstrak

Orang yang unik sering memiliki gaya berpikir yang lebih reflektif dan abstrak. Mereka cenderung menghubungkan berbagai ide yang tampak tidak berkaitan, memikirkan makna di balik peristiwa, atau mempertanyakan asumsi yang dianggap “normal”.

Dalam teori perkembangan kognitif yang diperkenalkan oleh Jean Piaget, tahap berpikir formal operasional memungkinkan seseorang berpikir abstrak dan hipotetis. Namun tidak semua orang menggunakan kemampuan ini secara dominan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, ketika seseorang terbiasa berbicara dalam konsep, simbol, atau makna mendalam, teman-temannya mungkin merasa percakapan itu “terlalu rumit”.

Akhirnya, si individu unik merasa tidak nyambung—padahal ia hanya berpikir dengan kedalaman yang berbeda.

2. Sensitivitas Emosional yang Lebih Tinggi

Sebagian orang unik memiliki tingkat empati dan sensitivitas emosional yang tinggi. Mereka menangkap perubahan ekspresi, nada suara, bahkan energi emosional orang lain.

Konsep “high sensitivity” banyak dipopulerkan oleh Elaine Aron melalui penelitiannya tentang Highly Sensitive Person (HSP). Orang dengan sensitivitas tinggi cenderung memproses informasi secara lebih mendalam dan emosional.

Masalahnya, ketika mereka mengekspresikan perasaan yang sangat detail atau kompleks, teman-teman yang lebih praktis atau langsung bisa saja menganggapnya berlebihan. Perbedaan intensitas ini menciptakan jarak emosional yang membuat mereka merasa tidak dipahami.

3. Nilai dan Prinsip yang Tidak Umum

Orang yang unik sering membangun sistem nilai berdasarkan refleksi pribadi, bukan semata mengikuti norma sosial. Mereka mungkin mempertanyakan tradisi, pola karier umum, atau ekspektasi sosial tertentu.

Dalam teori kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham Maslow, pada tingkat tertinggi terdapat kebutuhan aktualisasi diri—yakni dorongan untuk menjadi versi diri yang paling autentik. Individu yang mengejar aktualisasi diri cenderung membuat keputusan berdasarkan makna pribadi, bukan sekadar penerimaan sosial.

Namun ketika pilihan hidup mereka berbeda dari mayoritas teman sebaya, muncul kesenjangan pemahaman. Teman bisa saja melihat mereka sebagai “aneh”, sementara mereka hanya sedang hidup sesuai prinsip.

4. Gaya Komunikasi yang Tidak Konvensional

Setiap orang memiliki gaya komunikasi berbeda. Orang yang unik sering berbicara secara metaforis, filosofis, atau bahkan sangat jujur tanpa filter sosial yang umum digunakan.

Menurut pendekatan komunikasi interpersonal, perbedaan gaya komunikasi bisa menimbulkan distorsi makna. Apa yang dimaksud sebagai kejujuran mendalam bisa ditafsirkan sebagai terlalu serius. Apa yang dimaksud sebagai humor intelektual bisa dianggap membingungkan.

Ketika pesan tidak diterima sesuai maksud, perasaan tidak dipahami pun muncul.

5. Tingkat Refleksi Diri yang Tinggi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore