Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Februari 2026 | 00.55 WIB

Orang yang Menyukai Makanan Penutup yang “Tidak Terlalu Manis” Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak menyukai makanan penutup yang terlalu manis

JawaPos.com - Setiap orang memiliki preferensi rasa yang berbeda. Ada yang menyukai makanan dengan rasa manis pekat dan legit, ada pula yang lebih menikmati dessert dengan rasa ringan, seimbang, dan “tidak terlalu manis”. Dalam psikologi, preferensi rasa sering dikaitkan dengan kepribadian, gaya pengambilan keputusan, hingga cara seseorang mengelola emosi.

Riset tentang psikologi rasa (taste psychology) menunjukkan bahwa pilihan makanan bisa mencerminkan karakter tertentu. Studi dari para peneliti di Cornell University bahkan menemukan bahwa preferensi rasa tertentu sering berkaitan dengan pola perilaku dan kecenderungan kepribadian.

Lalu, seperti apa gambaran kepribadian orang yang cenderung memilih makanan penutup yang tidak terlalu manis? 
 
Dilansir dari Geediting pada Kamis (19/2), terdapat 9 ciri yang sering muncul menurut perspektif psikologi.
 
Baca Juga: 7 Frasa yang Membuat Anak Dewasa Langsung Mengabaikan Orang Tuanya Menurut Psikologi

1. Cenderung Seimbang dan Moderat


Orang yang tidak menyukai rasa manis berlebihan biasanya memiliki kecenderungan untuk mencari keseimbangan dalam hidup. Mereka tidak menyukai sesuatu yang “terlalu”, baik itu terlalu emosional, terlalu impulsif, atau terlalu ekstrem.

Dalam pendekatan teori kepribadian seperti yang dikembangkan oleh Hans Eysenck, individu yang moderat cenderung memiliki kontrol diri yang lebih stabil dan respons emosional yang tidak meledak-ledak.

2. Memiliki Kontrol Diri yang Baik

Menolak rasa manis berlebihan bisa mencerminkan kemampuan menahan dorongan sesaat. Mereka mampu menunda kepuasan demi kenyamanan jangka panjang.

Konsep ini selaras dengan teori self-control yang sering dibahas dalam literatur psikologi modern, termasuk dalam buku Willpower karya Roy Baumeister, yang menjelaskan bagaimana kemampuan mengendalikan diri berdampak pada berbagai aspek kehidupan.
 
Baca Juga: 9 Tanda Bahwa Pria dalam Hidup Anda Diam-Diam Telah Berhenti Menikmati Apapun Menurut Psikologi

3. Lebih Rasional dalam Mengambil Keputusan


Orang yang memilih rasa “tidak terlalu manis” biasanya mempertimbangkan aspek keseimbangan rasa dan kenyamanan setelah makan. Mereka cenderung berpikir sebelum memutuskan.

Pendekatan ini mirip dengan sistem berpikir yang dijelaskan oleh Daniel Kahneman dalam Thinking, Fast and Slow, di mana individu rasional lebih sering menggunakan pemikiran reflektif (System 2) dibanding impulsif (System 1).

4. Sensitif terhadap Detail

Orang yang tidak menyukai rasa manis berlebihan biasanya lebih peka terhadap komposisi rasa. Mereka mampu membedakan nuansa halus dalam makanan.

Kepekaan terhadap detail ini sering kali juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari: mereka memperhatikan hal kecil yang mungkin terlewat oleh orang lain.

5. Tidak Suka Berlebihan dalam Mengekspresikan Emosi


Preferensi terhadap rasa yang lembut dan seimbang sering kali paralel dengan cara mereka mengekspresikan emosi. Mereka cenderung tenang, tidak dramatis, dan tidak suka konflik.

Dalam perspektif kepribadian modern seperti model Big Five yang dipopulerkan oleh Lewis Goldberg, mereka biasanya menunjukkan tingkat neurotisisme yang relatif rendah.

6. Mengutamakan Kesehatan dan Kesadaran Diri


Memilih dessert yang tidak terlalu manis juga bisa mencerminkan kesadaran terhadap kesehatan. Mereka lebih mindful terhadap apa yang dikonsumsi.

Sikap ini sejalan dengan konsep mindfulness yang diperkenalkan secara luas oleh Jon Kabat-Zinn, yang menekankan kesadaran penuh terhadap pengalaman, termasuk saat makan.

7. Cenderung Dewasa Secara Emosional

Preferensi rasa yang tidak ekstrem sering diasosiasikan dengan kematangan emosional. Mereka tidak mudah terbawa suasana dan mampu mengelola perasaan dengan stabil.

Individu dengan kematangan emosional biasanya juga memiliki empati dan kemampuan refleksi diri yang baik.

8. Menyukai Hal yang Autentik

Makanan yang tidak terlalu manis biasanya menonjolkan rasa asli bahan. Orang dengan preferensi ini sering menghargai keaslian, baik dalam hubungan maupun dalam kehidupan profesional.

Mereka lebih menyukai kualitas dibanding sensasi sesaat.

9. Cenderung Independen dan Tidak Mudah Terpengaruh Tren


Di tengah tren dessert viral yang sangat manis dan mencolok, memilih rasa yang ringan bisa mencerminkan sikap independen. Mereka tidak selalu mengikuti arus, melainkan memilih berdasarkan preferensi pribadi.

Sikap ini menunjukkan kepercayaan diri dan kejelasan nilai dalam diri.

Penutup

Tentu saja, preferensi makanan bukanlah satu-satunya penentu kepribadian seseorang. Namun, psikologi menunjukkan bahwa pilihan kecil sehari-hari, termasuk selera rasa, sering kali merefleksikan kecenderungan karakter yang lebih dalam.

Jika Anda termasuk orang yang lebih menyukai dessert dengan rasa “tidak terlalu manis”, bisa jadi Anda adalah pribadi yang seimbang, rasional, dan memiliki kontrol diri yang baik.

Pada akhirnya, selera adalah kombinasi antara faktor biologis, pengalaman hidup, dan kepribadian. Jadi, apa pun pilihan Anda—yang penting adalah menikmati dengan sadar dan seimbang.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore