Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Februari 2026 | 00.26 WIB

9 Tanda Bahwa Pria dalam Hidup Anda Diam-Diam Telah Berhenti Menikmati Apapun Menurut Psikologi

seseorang yang telah berhenti menikmati hidup


JawaPos.com - Tidak semua perubahan suasana hati terlihat jelas. Terkadang, seorang pria tidak marah, tidak mengeluh, dan tidak menarik diri sepenuhnya—tetapi ada sesuatu yang berubah. Ia tampak “datar”. Tidak lagi bersemangat, tidak benar-benar bahagia, dan seolah hanya menjalani hari demi hari.

Dalam psikologi, kondisi ini sering berkaitan dengan anhedonia—ketidakmampuan merasakan kesenangan—yang kerap menjadi bagian dari depresi atau kelelahan emosional kronis. Menurut perspektif klinis seperti yang dijelaskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) oleh American Psychiatric Association, hilangnya minat atau kesenangan adalah salah satu gejala utama gangguan depresi mayor.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (19/2), jika Anda merasa pria dalam hidup Anda—pasangan, suami, saudara, atau sahabat—tidak lagi menikmati apa pun, berikut sembilan tanda psikologis yang patut diperhatikan.

Baca Juga: 6 Tanda Bahwa Kamu Telah Menjadi Orang yang Disukai Orang Lain Tanpa Kamu Sadari Menurut Psikologi

1. Ia Tidak Lagi Antusias terhadap Hal yang Dulu Ia Cintai

Dulu ia bersemangat menonton pertandingan, bermain gim, berkumpul dengan teman, atau mengerjakan hobinya. Kini? Ia melakukannya sekadarnya—atau bahkan tidak sama sekali.

Menurut teori motivasi dalam psikologi positif yang dikembangkan oleh Martin Seligman, keterlibatan (engagement) adalah komponen penting dari kesejahteraan. Ketika seseorang kehilangan keterlibatan pada aktivitas yang dulu bermakna, itu bisa menjadi tanda bahwa sistem emosionalnya sedang mengalami tekanan.

2. Ekspresinya Lebih Datar dan Kurang Responsif

Ia tidak banyak tertawa. Candaan tidak lagi memancing reaksi. Bahkan kabar baik terasa biasa saja baginya.

Dalam psikologi klinis, ini dikenal sebagai “blunted affect”—penurunan ekspresi emosional. Bukan berarti ia tidak peduli, tetapi kemampuan otaknya untuk memproses dan mengekspresikan emosi positif sedang melemah.

Baca Juga: 9 Hal yang Diperhatikan Orang Kaya di Menit Pertama Bertemu Orang Baru Menurut Psikologi

3. Ia Sering Mengatakan “Terserah”

Keputusan kecil maupun besar terasa membebaninya. Ia lebih memilih Anda yang menentukan segalanya.

Secara psikologis, ini bisa menjadi tanda kelelahan mental atau learned helplessness—konsep yang juga diperkenalkan oleh Martin Seligman. Ketika seseorang merasa upayanya tidak lagi menghasilkan perubahan berarti, ia mulai kehilangan inisiatif.

4. Energinya Terlihat Habis, Bahkan Tanpa Aktivitas Berat

Ia sering tampak lelah, bukan hanya secara fisik, tetapi secara emosional. Aktivitas sederhana pun terasa berat.

Psikologi kesehatan menjelaskan bahwa stres kronis meningkatkan kadar kortisol dalam jangka panjang, yang dapat memengaruhi motivasi dan suasana hati secara signifikan.

5. Ia Menghindari Percakapan Mendalam

Jika dulu ia mau berbagi pikiran dan perasaan, kini jawabannya singkat dan fungsional. Ia tidak ingin membahas apa yang sebenarnya ia rasakan.

Banyak pria tumbuh dengan norma sosial yang mengajarkan untuk “tahan saja” atau “jangan terlalu emosional.” Akibatnya, ketika mengalami kelelahan emosional, mereka cenderung menarik diri daripada mencari bantuan.

6. Tidur dan Pola Makan Berubah

Perubahan pada pola tidur (insomnia atau tidur berlebihan) serta nafsu makan yang menurun atau meningkat drastis sering kali menyertai kondisi kehilangan minat.

Ini bukan sekadar kebiasaan buruk—melainkan indikator biologis bahwa regulasi suasana hati sedang terganggu.

7. Ia Terlihat Hadir Secara Fisik, Tapi Tidak Secara Emosional

Ia ada di ruangan yang sama, tetapi pikirannya jauh. Tatapannya kosong. Ia sulit fokus pada percakapan.

Dalam banyak kasus, ini adalah bentuk disengagement psikologis—mekanisme perlindungan ketika seseorang merasa kewalahan secara emosional.

8. Ia Jarang Merencanakan Masa Depan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore