Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Februari 2026 | 17.44 WIB

8 Hal yang Mulai Dilakukan Perempuan Ketika Mereka Berhenti Percaya Hal-Hal Baik Akan Terjadi pada Mereka Menurut Psikologi

seseorang yang mulai pesimis akan kehidupan./Freepik/jcomp - Image

seseorang yang mulai pesimis akan kehidupan./Freepik/jcomp

JawaPos.com - Dalam hidup, harapan adalah bahan bakar emosi. Ketika seseorang percaya bahwa hal baik bisa terjadi, ia akan lebih berani mengambil peluang, membuka diri, dan membangun relasi.

Namun, ketika seorang perempuan mulai kehilangan kepercayaan bahwa masa depan akan berpihak padanya, perubahan psikologis yang terjadi sering kali tidak langsung terlihat—tetapi sangat nyata.

Dalam psikologi, fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep seperti learned helplessness (ketidakberdayaan yang dipelajari) yang diperkenalkan oleh Martin Seligman dalam kerangka positive psychology.

Ketika seseorang merasa bahwa upaya apa pun tidak mengubah hasil, ia bisa mulai menyerah—perlahan dan tanpa sadar.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), terdapat delapan hal yang sering mulai dilakukan perempuan ketika mereka berhenti percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi pada mereka.

1. Berhenti Berharap Terlalu Tinggi

Awalnya terlihat seperti “lebih realistis.” Namun secara psikologis, ini sering menjadi mekanisme perlindungan diri. Mereka menurunkan ekspektasi bukan karena tidak mampu bermimpi, tetapi karena takut kecewa.

Dalam teori Learned helplessness, individu yang berulang kali mengalami kegagalan akan berhenti mencoba karena merasa hasilnya sudah ditentukan. Harapan yang dulu tinggi kini diganti dengan kalimat seperti:

“Sudahlah, yang penting cukup.”

“Aku tidak berharap apa-apa lagi.”

Padahal, di balik itu ada luka yang belum selesai.

2. Menarik Diri Secara Emosional

Ketika kepercayaan pada masa depan melemah, keterbukaan emosional pun ikut menyusut. Mereka menjadi lebih tertutup, tidak mudah bercerita, dan menjaga jarak bahkan dari orang terdekat.

Menurut teori attachment dari John Bowlby, pengalaman emosional negatif yang berulang dapat memengaruhi cara seseorang membangun kedekatan. Perempuan yang kehilangan harapan sering kali mengembangkan sikap defensif: “Lebih baik tidak terlalu dekat daripada terluka lagi.”

3. Terlalu Mandiri Sampai Menolak Bantuan

Kemandirian adalah kekuatan. Namun ketika muncul dari keputusasaan, ia berubah menjadi benteng.

Perempuan yang berhenti percaya pada hal baik sering berkata:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore