
seseorang yang memarkirkan kendaran di antara garis./Freepik/freepik
JawaPos.com - Banyak orang menganggap cara seseorang memarkir kendaraan hanyalah kebiasaan kecil yang tidak berarti.
Namun dalam psikologi, perilaku kecil dan berulang justru sering kali mencerminkan pola pikir, nilai, serta karakter dasar seseorang.
Salah satu perilaku yang menarik untuk diamati adalah kebiasaan memarkir kendaraan tepat di antara garis pembatas — bahkan ketika area parkir sedang kosong dan tidak ada mobil lain di sekitarnya. Secara sekilas, tindakan ini terlihat sederhana.
Namun menurut berbagai pendekatan dalam psikologi kepribadian, seperti teori keteraturan dalam model Big Five Personality Traits yang dikembangkan oleh Paul Costa dan Robert McCrae, perilaku kecil semacam ini bisa mencerminkan karakter tertentu.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), terdapat delapan ciri kepribadian unik yang sering dimiliki oleh orang-orang dengan kebiasaan tersebut:
1. Memiliki Tingkat Ketelitian yang Tinggi
Orang yang tetap memarkir di antara garis meskipun tidak ada kendaraan lain biasanya memiliki perhatian besar terhadap detail. Mereka cenderung menyukai kerapian dan presisi.
Dalam psikologi, sifat ini berkaitan dengan aspek conscientiousness (kehati-hatian dan tanggung jawab). Mereka tidak merasa perlu menunggu ada “aturan yang dipaksakan”; mereka sudah memiliki standar internal sendiri.
2. Disiplin Tanpa Perlu Diawasi
Kebiasaan ini menunjukkan disiplin intrinsik. Mereka menaati aturan bukan karena takut ditegur, tetapi karena percaya bahwa aturan memang ada untuk diikuti.
Menurut teori perkembangan moral dari Lawrence Kohlberg, individu dengan tingkat moralitas yang lebih tinggi cenderung berperilaku benar berdasarkan prinsip internal, bukan sekadar tekanan sosial.
3. Menghargai Struktur dan Sistem
Garis parkir adalah simbol keteraturan. Orang yang secara konsisten mengikutinya menunjukkan kecenderungan menyukai sistem yang jelas.
Mereka biasanya nyaman dengan jadwal, perencanaan, dan prosedur yang terstruktur. Kekacauan atau ketidakjelasan bisa membuat mereka merasa kurang nyaman.
4. Memiliki Kontrol Diri yang Baik
Terkadang, saat lahan kosong, muncul dorongan untuk parkir sembarangan karena terasa lebih praktis. Namun orang dengan kontrol diri yang baik tetap mengikuti standar.
Dalam psikologi perilaku, kemampuan menahan dorongan spontan demi mengikuti prinsip jangka panjang merupakan indikator regulasi diri yang kuat.
5. Berorientasi pada Dampak Jangka Panjang
Mereka mungkin berpikir, “Kalau nanti parkiran jadi penuh, posisi saya sudah benar.” Pola pikir ini menunjukkan kecenderungan memikirkan konsekuensi jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
