Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Februari 2026 | 13.51 WIB

Pria Menjadi Ayah yang Siap Secara Emosional Selalu Menunjukkan 7 Ciri Ini, Bahkan Sebelum Mereka Memiliki Anak Menurut Psikologi

seseorang yang telah siap menjadi ayah./Freepik/freepik - Image

seseorang yang telah siap menjadi ayah./Freepik/freepik

JawaPos.com - Menjadi ayah bukan sekadar status biologis. Dalam perspektif psikologi, kesiapan menjadi ayah jauh lebih dalam daripada kemampuan finansial atau usia yang “cukup matang”.

Ayah yang siap secara emosional telah membangun fondasi psikologis yang kuat jauh sebelum seorang anak hadir dalam hidupnya.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), berdasarkan teori perkembangan dan hubungan interpersonal dari tokoh seperti John Bowlby, Daniel Goleman, dan Erik Erikson, ada beberapa karakteristik yang konsisten muncul pada pria yang kelak menjadi ayah yang hangat, stabil, dan suportif.

Ciri ini biasanya sudah terlihat sebelum ia memiliki anak—misalnya dalam cara ia menghadapi konflik pekerjaan atau masalah dalam hubungan.

2. Bertanggung Jawab Tanpa Disuruh

Kesiapan emosional terlihat dari rasa tanggung jawab yang konsisten. Ia tidak lari dari konsekuensi, tidak menyalahkan orang lain, dan tidak menghindari masalah.

Dalam tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson, fase kedewasaan berkaitan dengan generativity—keinginan untuk berkontribusi dan merawat generasi berikutnya.

Pria yang siap menjadi ayah biasanya sudah menunjukkan kepedulian terhadap orang lain dan rasa tanggung jawab sosial bahkan sebelum memiliki anak.

3. Mampu Berempati dan Mendengarkan

Ayah yang baik bukan hanya pemberi nasihat, tetapi juga pendengar yang hadir sepenuhnya. Kemampuan empati—merasakan dan memahami sudut pandang orang lain—adalah indikator utama kesiapan emosional.

Teori keterikatan dari John Bowlby menekankan pentingnya kehadiran emosional orang tua dalam membentuk rasa aman anak. Pria yang siap menjadi ayah biasanya sudah menunjukkan empati dalam hubungan pertemanan maupun romantis.

Ia tidak meremehkan perasaan orang lain. Ia bertanya, mendengar, dan mencoba memahami.

4. Tidak Takut dengan Komitmen

Komitmen sering kali menjadi ujian kedewasaan emosional. Pria yang siap menjadi ayah tidak melihat komitmen sebagai beban, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab yang ia pilih secara sadar.

Ia konsisten dalam hubungan, menepati janji, dan tidak mudah mundur ketika keadaan menjadi sulit. Ini bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang kesediaan untuk tetap hadir.

5. Memiliki Pola Hubungan yang Sehat

Cara seorang pria memperlakukan pasangannya sering kali menjadi gambaran bagaimana ia kelak memperlakukan anaknya. Pria dengan pola hubungan yang sehat mampu berkomunikasi secara terbuka, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan verbal atau emosional, dan menghormati batasan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore