Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Februari 2026 | 22.09 WIB

Seseorang Tumbuh Besar Menyaksikan Orang Tua Mereka Berjuang dengan Masalah Keuangan Mengembangkan 7 Ciri Kewaspadaan Finansial Ini Menurut Psikologi

seseorang yang waspada dengan finansial./Freepik/makistock - Image

seseorang yang waspada dengan finansial./Freepik/makistock

JawaPos.com - Tidak semua pelajaran hidup diajarkan lewat kata-kata. Sebagian justru tertanam kuat melalui pengalaman emosional yang berulang, terutama di masa kanak-kanak.

Salah satu pengalaman paling membekas secara psikologis adalah tumbuh besar dalam keluarga yang mengalami tekanan finansial.

Anak-anak yang menyaksikan orang tua mereka berjuang membayar kebutuhan hidup, terlilit utang, atau cemas menghadapi akhir bulan, tanpa sadar menyerap pola pikir tertentu tentang uang, keamanan, dan ketidakpastian hidup.

Dalam psikologi perkembangan, pengalaman masa kecil membentuk core belief (keyakinan inti) dan coping mechanism (mekanisme bertahan hidup) seseorang di masa dewasa.

Paparan terhadap stres ekonomi kronis bukan hanya membentuk hubungan emosional terhadap uang, tetapi juga membentuk sistem kewaspadaan mental terhadap risiko, ketidakpastian, dan kehilangan.

Akibatnya, banyak orang dewasa yang berasal dari latar belakang ini tumbuh dengan pola kewaspadaan finansial yang sangat khas.

Dilansir dari Geediting pada MInggu (8/2), terdapat tujuh ciri kewaspadaan finansial yang secara psikologis sering berkembang pada individu yang tumbuh besar menyaksikan perjuangan finansial orang tua mereka:

1. Sensitivitas Tinggi terhadap Ketidakstabilan Ekonomi

Secara psikologis, mereka memiliki sistem deteksi risiko yang sangat aktif (hypervigilance system). Otak mereka terlatih untuk membaca tanda-tanda krisis: kenaikan harga, berita resesi, PHK massal, atau perubahan kebijakan ekonomi langsung memicu kewaspadaan emosional.

Mereka cenderung berpikir dalam skenario terburuk (worst-case scenario), bukan karena pesimisme, tetapi karena pengalaman masa kecil mengajarkan bahwa “keadaan bisa runtuh kapan saja”. Ini membuat mereka lebih cepat bersiap, menyimpan cadangan, dan mengantisipasi krisis sebelum terjadi.

2. Kebutuhan Kuat akan Rasa Aman Finansial (Financial Safety Need)

Dalam psikologi kebutuhan, rasa aman adalah kebutuhan dasar. Bagi mereka yang tumbuh dalam ketidakamanan ekonomi, uang bukan simbol kemewahan—melainkan simbol keselamatan.

Akibatnya:

Menabung memberi rasa tenang, bukan sekadar keuntungan finansial

Dana darurat menjadi prioritas psikologis, bukan hanya logika keuangan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore