
seseorang yang tidak memiliki teman baru dalam lima tahun terakhir./Freepik/Holiak
JawaPos.com - Dalam kehidupan dewasa, pertemanan sering kali berubah tanpa kita sadari.
Kesibukan kerja, tanggung jawab keluarga, hingga pengalaman emosional tertentu membuat lingkaran sosial menyempit secara perlahan.
Tak sedikit orang yang baru tersadar bahwa mereka belum memiliki teman baru selama lima tahun—atau bahkan lebih—ketika momen kesepian datang.
Menariknya, menurut psikologi, kondisi ini jarang disebabkan oleh “tidak ada kesempatan” semata.
Lebih sering, ada pola perilaku halus yang terbentuk secara perlahan, dilakukan tanpa sadar, dan akhirnya membuat seseorang sulit membuka pintu pertemanan baru.
Bukan karena mereka antisosial, melainkan karena cara mereka melindungi diri, mengelola emosi, dan memaknai hubungan sosial.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (14/1), terdapat delapan perilaku yang kerap muncul pada orang yang belum punya teman baru dalam lima tahun terakhir, menurut sudut pandang psikologi.
1. Terlalu Nyaman dengan Rutinitas yang Sama
Rutinitas memberikan rasa aman. Bangun di jam yang sama, bekerja dengan pola yang itu-itu saja, lalu pulang ke lingkungan yang familiar. Namun, secara psikologis, rutinitas yang terlalu kaku mengurangi peluang interaksi sosial baru.
Orang yang sudah lama tidak memiliki teman baru sering kali tanpa sadar menghindari situasi di luar kebiasaan. Bukan karena takut, melainkan karena “merasa tidak perlu.” Padahal, pertemanan baru hampir selalu lahir dari ruang-ruang yang sebelumnya asing.
2. Merasa Hubungan Sosial Menguras Energi
Dalam psikologi kepribadian, ini sering berkaitan dengan pengalaman emosional di masa lalu. Jika seseorang pernah dikecewakan, dimanfaatkan, atau merasa tidak dihargai dalam pertemanan, otak akan membangun asosiasi bahwa hubungan baru = potensi kelelahan emosional.
Akibatnya, setiap peluang berkenalan dengan orang baru langsung ditimbang dari sisi “capeknya,” bukan potensi maknanya. Tanpa sadar, seseorang mulai menutup diri demi menjaga energi mentalnya.
3. Lebih Banyak Mendengarkan daripada Membuka Diri
Mereka biasanya pendengar yang sangat baik. Saat berbincang, mereka memberi ruang bagi orang lain untuk bercerita panjang lebar. Namun, ketika giliran berbagi tentang diri sendiri, mereka cenderung singkat, netral, dan aman.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
