
seseorang yang pandai bergaul./Freepik/arutaimages
JawaPos.com - Pandai bergaul sering kali dianggap sebagai bakat alami. Ada orang yang baru masuk ruangan, belum lima menit berbincang, tapi sudah terlihat akrab dengan siapa pun.
Mereka tampak santai, mudah diterima, dan disukai tanpa usaha berlebihan. Banyak yang mengira ini soal kepribadian bawaan: extrovert, percaya diri sejak lahir, atau “memang dari sananya begitu”.
Namun psikologi sosial punya pandangan berbeda. Penelitian dan observasi menunjukkan bahwa kemampuan bergaul bukan sekadar bakat, melainkan kumpulan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kabar baiknya, kebiasaan ini tidak eksklusif. Siapa pun—termasuk mereka yang pendiam, canggung, atau sering overthinking—bisa mempelajarinya.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), terdapat kebiasaan yang menurut psikologi sering dimiliki orang yang tampak pandai bergaul, dan bagaimana kebiasaan ini bisa Anda latih dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mereka Hadir Sepenuhnya Saat Berbicara
Orang yang pandai bergaul jarang benar-benar “setengah hadir”. Saat berbicara dengan orang lain, fokus mereka tidak terpecah oleh ponsel, pikiran tentang balasan apa yang akan dikatakan, atau kecemasan tentang penilaian orang.
Dalam psikologi, ini disebut active presence. Ketika seseorang merasa didengarkan sepenuhnya, otaknya merespons dengan rasa aman dan nyaman. Itulah sebabnya orang yang pandai bergaul sering dianggap menyenangkan, meskipun mereka tidak selalu banyak bicara.
Kebiasaan ini bisa dilatih dengan sederhana: simpan ponsel, jaga kontak mata secukupnya, dan benar-benar dengarkan tanpa terburu-buru menyela.
2. Mereka Lebih Banyak Mendengar daripada Bicara
Bertolak belakang dengan anggapan umum, pandai bergaul bukan berarti paling cerewet. Justru, orang yang disukai biasanya memberi ruang orang lain untuk bercerita.
Psikologi menunjukkan bahwa manusia senang berbicara tentang dirinya sendiri. Ketika Anda menjadi pendengar yang tulus, lawan bicara akan mengasosiasikan perasaan nyaman itu dengan kehadiran Anda.
Ini bukan soal diam total, melainkan menanggapi dengan pertanyaan ringan atau refleksi singkat yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyimak.
3. Mereka Menggunakan Bahasa Tubuh yang Terbuka
Sebelum kata-kata diproses, otak manusia lebih dulu membaca bahasa tubuh. Orang yang pandai bergaul cenderung sadar—baik sengaja maupun tidak—akan hal ini.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
