Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Januari 2026 | 04.25 WIB

7 Hal yang Sebaiknya Tidak Pernah Dikatakan Pasangan Anda dalam Hubungan yang Sehat Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang menjaga setiap perkataan


JawaPos.com Hubungan yang sehat tidak diukur dari seberapa jarang konflik terjadi, melainkan dari bagaimana pasangan saling berbicara saat konflik itu muncul. Psikologi hubungan menunjukkan bahwa kata-kata memiliki daya yang jauh lebih besar daripada yang sering kita sadari. Kalimat yang terucap sekali bisa melekat bertahun-tahun, membentuk luka emosional yang perlahan menggerogoti rasa aman dan kepercayaan.

Sering kali, hubungan tidak runtuh karena pengkhianatan besar, tetapi karena akumulasi kalimat kecil yang merendahkan, menyalahkan, atau meniadakan perasaan. Jika sebuah hubungan benar-benar sehat, ada batasan-batasan verbal yang tidak boleh dilanggar, bahkan saat emosi sedang memuncak.

Dilansir dari Geediting pada Senin (5/1), terdapat 7 hal yang sebaiknya tidak pernah dikatakan pasangan Anda kepada Anda dalam hubungan yang sehat menurut sudut pandang psikologi.

Kalimat ini terdengar sederhana, bahkan sering dianggap biasa. Namun dalam psikologi, ini termasuk bentuk emotional invalidation—penyangkalan terhadap perasaan pasangan.

Mengatakan “kamu terlalu sensitif” sama artinya dengan menyampaikan bahwa:

Perasaan Anda tidak valid

Reaksi emosional Anda adalah masalah

Pasangan tidak mau memahami perspektif Anda

Dalam hubungan yang sehat, perasaan tidak dihakimi. Pasangan yang dewasa akan bertanya, “Apa yang membuatmu merasa seperti itu?”, bukan menutup percakapan dengan menyalahkan emosi Anda.

Baca Juga: Lebih Kuat dari Terapi: 9 Hobi yang Diam-Diam Membangun Ketahanan Mental Menurut Psikologi

2. “Kalau kamu benar-benar sayang, kamu pasti mau.”

Ini adalah bentuk manipulasi emosional berbasis rasa bersalah. Psikologi menyebutnya emotional coercion, yaitu memaksa seseorang mengorbankan batas pribadinya demi membuktikan cinta.

Cinta yang sehat:

Tidak memaksa

Tidak menguji dengan ultimatum

Tidak menjadikan pengorbanan sebagai alat kontrol

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore