
Ilustrasi: Seorang pria yang merayakan ulang tahun. (Pexels)
JawaPos.com - Masih ingat saat usia tujuh tahun, ketika ulang tahun terasa seperti hari paling penting di seluruh dunia?
Hari itu ditunggu dengan penuh antusias, bahkan dihitung mundur berminggu-minggu sebelumnya sambil mencoret kalender satu per satu.
Menariknya, menurut psikologi, kebiasaan menghitung mundur hari ulang tahun hingga dewasa bukanlah tanda ketidakdewasaan.
Justru, kebiasaan ini sering menunjukkan adanya kualitas psikologis yang membuat seseorang lebih tangguh secara emosional.
Dikutip dari laman Global English Editing, Jumat (26/12), berikut tujuh sifat “kekanak-kanakan” yang kerap dimiliki orang-orang yang masih menantikan ulang tahunnya—dan mengapa sifat ini justru menjadi sumber ketahanan mental.
Banyak orang dewasa hanya menunggu momen besar untuk merasa bahagia: promosi, liburan, atau pencapaian besar. Namun, orang yang masih menghitung mundur ulang tahun mampu merasakan kebahagiaan dari proses menunggu itu sendiri.
Antisipasi sudah cukup untuk memicu rasa senang. Secara psikologis, kemampuan mengakses emosi positif dengan mudah membantu seseorang bangkit lebih cepat saat menghadapi kegagalan atau tekanan hidup.
Ini bukan kekanak-kanakan, melainkan bentuk fleksibilitas emosional yang sehat.
Anak-anak dikenal dengan pertanyaan “kenapa” yang tak ada habisnya. Orang dewasa yang masih menantikan ulang tahun biasanya mempertahankan rasa ingin tahu tersebut.
Mereka tertarik pada makna waktu, pertumbuhan diri, dan kemungkinan yang dibawa oleh satu tahun kehidupan baru.
Dalam psikologi, rasa ingin tahu berkaitan erat dengan growth mindset—pola pikir yang membuat seseorang lebih tahan menghadapi tantangan dan kegagalan.
Menghitung mundur ulang tahun berarti masih percaya bahwa masa depan menyimpan sesuatu yang layak dinantikan.
Di dunia orang dewasa, antusiasme sering disalahartikan sebagai sikap naif. Namun, orang yang masih bersemangat menyambut ulang tahun menolak anggapan tersebut.
Antusiasme yang tulus justru mempermudah seseorang membangun koneksi sosial yang hangat. Orang-orang dengan energi positif seperti ini cenderung menularkan semangat, mencairkan suasana, dan membuat lingkungan sosial terasa lebih hidup.
Dalam psikologi sosial, emosi positif yang diekspresikan secara autentik berperan besar dalam membangun hubungan yang sehat.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
