Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Desember 2025 | 00.29 WIB

Anda Berusia di Atas 65 Tahun dan Bangun dengan Semangat Menjalani Hidup? Anda Mungkin Melakukan 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang bangun pagi dengan semangat./Freepik/gpointstudio - Image

seseorang yang bangun pagi dengan semangat./Freepik/gpointstudio

JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa memasuki usia di atas 65 tahun identik dengan penurunan energi, rutinitas yang monoton, dan hari-hari yang dijalani sekadar “mengalir saja”.

Namun kenyataannya, psikologi modern justru menemukan hal yang menarik: sebagian lansia bangun setiap pagi dengan semangat hidup yang tinggi, rasa ingin tahu yang masih menyala, dan hati yang relatif damai.

Mereka bukan sekadar “beruntung”. Ada pola kebiasaan tertentu yang secara konsisten mereka jalani—sering kali tanpa disadari—yang membuat kualitas hidup mereka tetap terjaga.

Kebiasaan-kebiasaan ini terbukti berkaitan dengan kesehatan mental, makna hidup, dan kepuasan batin menurut berbagai pendekatan psikologi positif dan perkembangan.

Dilansir dari Geediting pada Senin (22/12), jika Anda merasa usia hanyalah angka, atau Anda mengenal seseorang di atas 65 tahun yang masih tampak bersemangat menjalani hari, besar kemungkinan sembilan kebiasaan berikut ini ada dalam hidup mereka.

1. Mereka Memiliki Alasan untuk Bangun Setiap Pagi

Dalam psikologi, konsep ini dikenal sebagai sense of purpose. Lansia yang tetap bersemangat biasanya tidak bangun hanya karena “hari sudah pagi”, melainkan karena ada sesuatu yang menanti: merawat tanaman, mengantar cucu, menulis, beribadah, atau sekadar berjalan pagi sambil menyapa tetangga.

Tujuan ini tidak harus besar atau heroik. Justru tujuan kecil yang konsisten terbukti memberi dorongan psikologis kuat. Penelitian menunjukkan bahwa memiliki makna hidup berkaitan langsung dengan tingkat kebahagiaan dan bahkan umur panjang.

2. Mereka Menerima Usia, Bukan Memusuhinya

Alih-alih terus meratapi masa muda yang telah lewat, orang-orang ini berdamai dengan proses menua. Psikologi menyebutnya sebagai self-acceptance—penerimaan diri secara utuh, termasuk keterbatasan fisik dan perubahan peran sosial.

Mereka mungkin tidak lagi sekuat dulu, tetapi tidak menjadikan hal itu sumber kepahitan. Energi mental yang biasanya habis untuk menolak kenyataan justru dialihkan pada hal-hal yang masih bisa dinikmati.

3. Mereka Menjaga Rutinitas Sederhana yang Konsisten

Kebiasaan bangun pagi, minum teh di jam yang sama, berjalan kaki ringan, atau membaca koran bukan sekadar rutinitas remeh. Dalam psikologi, struktur harian memberi rasa stabilitas dan kontrol—dua hal yang sangat penting di usia lanjut.

Rutinitas membantu otak merasa aman dan terorganisir, sehingga mengurangi kecemasan serta meningkatkan rasa siap menghadapi hari.

4. Mereka Tetap Terhubung Secara Sosial

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore