
Ilustrasi pencari perhatian. (Pexels)
JawaPos.com - Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki beragam sifat dan kepribadian yang membentuk cara mereka berinteraksi dengan orang lain. Kamu tentu pernah menjumpai berbagai tipe kepribadian yang berbeda, termasuk orang yang cenderung dikenal sebagai pencari perhatian.
Sesuai namanya, orang dengan sifat ini sering berusaha melakukan berbagai cara agar menjadi pusat perhatian. Mulai dari tindakan sederhana seperti membagikan cerita pribadi hingga perilaku yang berlebihan seperti bermain peran sebagai korban (victim blaming), semua dilakukan demi mendapat pengakuan atau simpati dari orang lain.
Namun, bila dilakukan secara berlebihan, perilaku ini bisa berdampak negatif, tidak hanya bagi orang di sekitarnya, tetapi juga bagi dirinya sendiri.
Lantas, apa sebenarnya yang membuat seseorang memiliki sifat pencari perhatian? Tentu ada alasan atau faktor psikologis yang melatarbelakanginya.
Dilansir dari Healthline dan Very Well Mind, berikut enam penyebab umum yang bisa membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk mencari perhatian.
1. Kesepian
Penyebab pertama dari sifat pencari perhatian dalam diri seseorang adalah kesepian. Sebagaimana namanya, kesepian adalah perasaan ketika seseorang merasa sendiri karena aspek eksternal maupun aspek internal.
Rasa kesepian ini kemudian mendorong keinginan untuk mencari perhatian, yang bisa berlaku ke hampir sama orang yang mengalami rasa kesepian. Bahkan orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian sekalipun bisa berubah menjadi orang yang menginginkan perhatian ketika mereka merasa kesepian.
2. Masa Kecil Buruk
Penyebab kedua dari sifat pencari perhatian dalam diri seseorang adalah masa kecil yang buruk. Ada banyak kejadian di masa lalu yang bisa membentuk bagaimana seseorang memiliki kepribadian di masa mereka dewasa.
Contohnya seseorang yang memiliki masalah ketika ia kecil bisa mendorong rasa pencari perhatian ketika mereka dewasa. Masalah-masalah yang dimaksud bisa jadi penyiksaan trauma tidak dicintai depresi rasa marah berlebih dan masih banyak lagi.
Hal-hal yang terjadi di masa kecil tersebut kemudian membentuk bagaimana ia berpikir dan bersikap di kemudian hari. Masa kecil tersebut bisa mendorong seseorang berperilaku pencari perhatian hingga ke tahap yang berlebihan.
3. Rasa Cemburu
Penyebab ketiga dari sifat pencari perhatian dalam diri seseorang adalah rasa cemburu. Cemburu yang dimaksud tidak hanya cemburu kepada pasangan lawan jenis namun juga cemburu kepada teman ataupun seseorang secara spesifik.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
