Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 21.46 WIB

8 Kebiasaan Pagi yang Harus Dihindari Jika Ingin Bersemangat di Sore Hari

Ilustrasi seseorang yang tidak pernah merasa kelelahan di sore hari (geediting) - Image

Ilustrasi seseorang yang tidak pernah merasa kelelahan di sore hari (geediting)

JawaPos.com - Banyak orang merasa penuh semangat saat bangun tidur, namun ketika jam menunjukkan pukul 3 sore, energi tiba-tiba merosot tajam. Konsentrasi menurun, badan terasa berat, dan pekerjaan yang sederhana pun jadi sulit dilakukan.

Kelelahan di sore hari sering dianggap hal yang wajar, padahal penyebabnya bukan sekadar faktor waktu. Justru, kebiasaan di pagi hari punya pengaruh besar terhadap stamina dan fokus sepanjang hari. Cara kita memulai pagi bisa menjadi bahan bakar energi—atau sebaliknya, menjadi penguras tenaga tanpa disadari.

Dikutip dari laman Geediting, Sabtu (04/10), berikut delapan kebiasaan pagi yang sebaiknya dihindari agar tubuh tetap bertenaga hingga malam.

1. Menekan tombol snooze alarm

Kebiasaan menunda bangun lima menit lagi justru merusak siklus tidur. Tubuh masuk kembali ke fase tidur baru yang kemudian terputus, sehingga menyebabkan rasa kantuk berkepanjangan. Selain itu, ini menanamkan pola menunda sejak pagi.

Solusi: Letakkan alarm jauh dari tempat tidur agar Anda benar-benar harus bangun untuk mematikannya.

2. Tidak minum air setelah bangun

Tidur panjang membuat tubuh kekurangan cairan. Banyak orang langsung menyeruput kopi, padahal otak dan tubuh butuh air terlebih dahulu. Dehidrasi ringan bisa memicu lelah, sulit fokus, hingga mudah tersinggung.

Solusi: Biasakan minum segelas air putih sebelum kopi atau sarapan.

3. Sarapan terlalu manis

Roti manis, sereal gula tinggi, atau pastry besar memang terasa enak, tetapi membuat gula darah melonjak cepat lalu anjlok di pertengahan hari. Akibatnya tubuh menjadi lemas lebih cepat.

Solusi: Pilih sarapan dengan kombinasi protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks, seperti oatmeal dengan buah dan biji-bijian, atau telur dengan roti gandum.

4. Langsung buka media sosial atau email

Mengecek ponsel begitu bangun membuat otak dibombardir informasi dan tuntutan orang lain. Akibatnya, sejak pagi Anda sudah berada di mode reaktif, bukan proaktif.

Solusi: Terapkan aturan “tanpa ponsel 30 menit pertama.” Gunakan waktu itu untuk minum air, peregangan, meditasi, atau membuat rencana hari.

5. Tidak bergerak sama sekali

Tanpa aktivitas fisik, tubuh tetap terasa berat dan otak lebih lambat segar. Kurangnya gerakan pagi juga menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan tenaga menjelang sore.

Solusi: Tidak harus olahraga berat—10 sampai 15 menit peregangan, jalan cepat, atau yoga ringan sudah cukup untuk memompa energi.

6. Kebanyakan kafein

Satu atau dua cangkir kopi bisa membantu, tetapi berlebihan justru membuat tubuh overstimulasi. Akibatnya sore hari muncul rasa lelah berlebihan, bahkan gangguan tidur di malam harinya.

Solusi: Batasi konsumsi kopi, imbangi dengan air putih, dan pilih teh hijau atau minuman ringan kafein jika butuh tambahan energi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore