
Ilustrasi seseorang yang menyebarkan kebaikan / foto: Magnific/freepik
JawaPos.com - Di tengah dunia yang sering terasa sibuk, kompetitif, dan kadang penuh tekanan, ada sebagian orang yang tampak “ringan” dalam berbuat baik. Mereka bukan hanya ramah sesekali, tetapi secara konsisten memancarkan energi positif yang membuat orang lain merasa nyaman, dihargai, dan didukung.
Menariknya, menurut psikologi, perilaku ini bukan semata-mata bawaan lahir. Ada pola kebiasaan tertentu yang membuat seseorang lebih mudah menyebarkan kebaikan. Kebiasaan-kebiasaan ini bisa dipelajari dan dilatih oleh siapa saja.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (2/5), terdapat 8 kebiasaan yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang mudah menyebarkan kebaikan:
1. Mereka Memiliki Empati yang Tinggi
Orang yang mudah berbuat baik biasanya mampu memahami perasaan orang lain. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga benar-benar “merasakan”.
Secara psikologis, empati membantu seseorang:
Lebih peka terhadap kebutuhan orang lain
Mengurangi kecenderungan untuk menghakimi
Mendorong tindakan membantu secara alami
Empati membuat kebaikan terasa seperti respons spontan, bukan kewajiban.
2. Mereka Terbiasa Berpikir Positif
Orang yang sering menyebarkan kebaikan cenderung memiliki pola pikir yang optimis. Mereka melihat dunia sebagai tempat yang masih layak untuk ditaburi hal-hal baik.
Bukan berarti mereka naif atau tidak pernah mengalami hal buruk. Namun, mereka memilih untuk:
Fokus pada solusi, bukan masalah
Melihat sisi baik dalam situasi sulit
Percaya bahwa tindakan kecil bisa berdampak besar
Pola pikir ini memperkuat dorongan untuk terus berbuat baik.
3. Mereka Tidak Terlalu Egois
Salah satu kunci utama dari kebaikan adalah kemampuan untuk tidak selalu menempatkan diri sendiri sebagai pusat.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan rendahnya egosentrisme. Orang-orang ini:
Mau berbagi waktu, energi, dan perhatian
Tidak selalu mencari keuntungan pribadi
Bisa melihat dari sudut pandang orang lain
Mereka tidak kehilangan diri, tapi juga tidak mendominasi segalanya dengan kepentingan pribadi.
4. Mereka Konsisten dalam Hal Kecil
Kebaikan tidak selalu datang dalam bentuk besar. Justru, orang yang paling berpengaruh adalah mereka yang konsisten dalam hal kecil, seperti:
Mengucapkan terima kasih
Memberi senyum tulus
Menanyakan kabar dengan sungguh-sungguh
Psikologi menyebut ini sebagai micro-behaviors, yaitu tindakan kecil yang jika dilakukan terus-menerus akan membentuk karakter dan hubungan yang kuat.
5. Mereka Mampu Mengelola Emosi
Orang yang mudah menyebarkan kebaikan tidak berarti tidak pernah marah atau kecewa. Bedanya, mereka mampu mengelola emosi tersebut.
Kemampuan regulasi emosi membantu mereka:
Tidak melampiaskan emosi secara destruktif
Tetap bersikap baik meski sedang tidak nyaman
Menghindari reaksi impulsif yang bisa menyakiti orang lain
Ini membuat kebaikan mereka lebih stabil dan tidak tergantung suasana hati.
6. Mereka Percaya Bahwa Kebaikan Itu Menular
Ada konsep dalam psikologi sosial yang menunjukkan bahwa perilaku positif bisa menyebar seperti efek domino.
Orang yang gemar berbuat baik biasanya memiliki keyakinan bahwa:
Satu tindakan baik bisa menginspirasi orang lain
Lingkungan bisa berubah lewat contoh kecil
Kebaikan tidak pernah sia-sia
Keyakinan ini membuat mereka terus melakukan hal baik, bahkan tanpa imbalan langsung.
7. Mereka Memiliki Rasa Syukur yang Tinggi
Rasa syukur membuat seseorang merasa cukup dan tidak selalu kekurangan. Dari perasaan “cukup” inilah muncul keinginan untuk berbagi.
Secara psikologis, orang yang bersyukur:
Lebih bahagia
Lebih dermawan
Lebih mudah melihat hal positif dalam hidup
Ketika seseorang merasa hidupnya cukup, ia lebih ringan dalam memberi.
8. Mereka Tidak Takut Terlihat “Terlalu Baik”
Beberapa orang menahan diri untuk berbuat baik karena takut dianggap lemah, naif, atau dimanfaatkan.
Sebaliknya, orang yang benar-benar tulus:
Tidak terlalu peduli dengan penilaian negatif
Tetap berbuat baik meski tidak selalu dihargai
Memahami bahwa kebaikan adalah pilihan, bukan strategi
Mereka memiliki kepercayaan diri emosional yang kuat.
Penutup
Menyebarkan kebaikan bukan tentang menjadi sempurna atau selalu benar. Ini tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, didorong oleh empati, kesadaran, dan pilihan sadar untuk memberikan dampak positif.
Kabar baiknya, delapan kebiasaan ini bukan bakat eksklusif. Siapa pun bisa mulai melatihnya—sedikit demi sedikit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022