Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 21.55 WIB

Catat, Berikut Ini 8 Perilaku Halus yang Dilakukan oleh Seseorang yang Tak Dapat Dipercaya

Ilustrasi perilaku halus dari seseorang yang tak dapat dipercaya. Freepik - Image

Ilustrasi perilaku halus dari seseorang yang tak dapat dipercaya. Freepik

JawaPos.com - Orang-orang yang paling tidak dapat dipercaya seringkali datang dengan referensi terbaik, semuanya berasal dari diri mereka sendiri.

Mereka memberikan ulasan bintang lima, terus-menerus menceritakan keandalan mereka, memberikan bukti pembayaran yang tidak diminta siapa pun.

Sementara itu, orang-orang yang benar-benar dapat dipercaya jarang menyebutkannya. Mereka terlalu sibuk menjadi orang yang dapat dipercaya untuk mengiklankannya.

Ini bukan soal bermain detektif. Melaonkan tentang mengenali perbedaan halus antara kinerja dan kenyataan.

Dilansir dari Geediting, kesenjangan antara bisa dipercaya dan butuh orang lain untuk percaya ini sangat berbeda.

Apa yang terungkap bukan apa yang mereka sembunyikan, melainkan apa yang mereka tampilkan secara berlebihan.

1. Memvalidasi Kejujuran Mereka

Biasanya mereka akan mengucapkan kalimat sekadar jujur, agar transparan, aku akan jujur padamu.

Kejujuran sejati tak butuh validasi dari siapapun. Bahkan ketika seseorang terus-menerus memberi label pada kejujurannya, mereka tidak jujur sekalipun mereka sedang menyutradarai sebuah adegan.

Rasanya seperti mengumumkan bahwa Anda melakukan kesalahan. Pengumuman itu menimbulkan kecurigaan yang sebenarnya tidak ada.

Orang yang dapat dipercaya menyampaikan kebenaran tanpa basa-basi. Mereka tidak butuh pujian atas kejujuran mereka, mereka tidak sedang berpura-pura.

2. Hidup Penuh Drama

Setiap narasi punya sisi yang jelas, penjahat yang jelas, dan timing yang tepat. Narasi-narasi itu selalu masuk akal, menjadi korban, dan heroik.

Namun pada kenyataannya, kehidupan nyata jauh lebih rumit. Kisah-kisah yang asli mengandung bagian-bagian yang canggung, kesalahan yang diakui, dan sudut pandang yang kurang menarik.

Ketika mitologi pribadi seseorang tidak memiliki unsur-unsur kemanusiaan ini, mereka tidak sedang berbagi pengalaman mereka sedang menulis naskah. Realitas memiliki lubang plot, seperti fiksi yang dipoles.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore