Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 02.40 WIB

Hati-Hati! Perilaku Manipulatif Bisa Bikin Cemas, Hilang Percaya Diri, dan Ganggu Kesehatan Mental

Perilaku manipulatif berdampak serius pada kesehatan mental, mulai dari menurunkan kepercayaan diri hingga memicu kecemasan

JawaPos.com – Perilaku manipulatif kerap kali hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun hubungan romantis. Meski tidak selalu disadari, dampaknya terhadap kesehatan mental dapat sangat serius. Mulai dari kehilangan kepercayaan diri hingga munculnya kecemasan berlebihan, manipulasi bisa mengikis rasa aman seseorang dalam berinteraksi.

Konten edukasi dari akun TikTok @elv_gun menjelaskan bahwa manipulasi merupakan strategi psikologis untuk mengendalikan orang lain demi keuntungan pribadi. Bentuknya beragam, mulai dari gaslighting, memberi rasa bersalah berlebihan, hingga mengontrol lewat ucapan atau tindakan halus. Korban sering kali tidak sadar bahwa dirinya sedang dipermainkan karena perilaku ini dilakukan secara perlahan dan sistematis.

Senada dengan itu, kreator konten @naila_husna_ menekankan bahwa ciri manipulasi biasanya terlihat dari ketidakselarasan antara kata dan tindakan. Misalnya, pelaku mengatakan perhatian namun sebenarnya menggunakan kalimat yang merendahkan atau membuat pasangannya merasa bersalah tanpa alasan. Situasi seperti ini, bila berlangsung lama, dapat menurunkan harga diri korban secara signifikan.

Tidak berhenti sampai di sana, perilaku manipulatif juga bisa memicu gangguan psikologis. Menurut video edukasi dari @psiayank, korban manipulasi berisiko mengalami stres berkepanjangan, kecemasan, bahkan depresi. Mereka sering kali merasa tidak mampu mengambil keputusan sendiri karena selalu ditekan atau diragukan oleh pelaku. Kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan identitas dan sulit membangun hubungan sehat di masa depan.

Salah satu bentuk manipulasi yang cukup berbahaya adalah gaslighting, yaitu upaya membuat orang lain meragukan realitas atau ingatannya sendiri. Akun TikTok @elv_gun dalam kontennya menyebutkan bahwa gaslighting bisa membuat korban merasa “gila” atau salah terus-menerus, padahal sebenarnya ia berada di pihak yang benar. Akibatnya, kepercayaan diri korban terus terkikis dan ia semakin bergantung pada pelaku.

Bentuk manipulasi lainnya adalah silent treatment. Kreator @elv_gun pada video berbeda menyoroti bahwa strategi ini biasanya digunakan untuk menghukum lawan bicara dengan diam, membuat korban merasa bersalah atau bingung. Jika berulang, perilaku ini dapat menyebabkan tekanan emosional yang cukup berat.

Psikolog juga menyebut bahwa manipulasi bukan hanya berdampak pada hubungan personal, tapi juga pada dunia kerja. Lingkungan kerja yang penuh manipulasi, seperti atasan yang sengaja memberi rasa bersalah agar bawahan selalu menuruti, bisa membuat karyawan rentan burnout. Rasa cemas yang muncul setiap kali berinteraksi dengan pelaku dapat menurunkan produktivitas dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Bagaimana cara menghadapi perilaku manipulatif?

Pertama, penting untuk mengenali tanda-tanda manipulasi sejak awal. Jika merasa sering disalahkan, dipermalukan, atau diragukan tanpa alasan jelas, bisa jadi itu merupakan sinyal adanya manipulasi. Kedua, belajar menetapkan batasan diri. Seperti dijelaskan dalam konten @naila_husna_, kemampuan berkata “tidak” dengan tegas sangat membantu menjaga kesehatan mental.

Selain itu, mencari dukungan sosial juga krusial. Menurut penekanan dalam video @psiayank, berbagi cerita dengan orang terpercaya atau mencari bantuan profesional dapat menjadi langkah penting untuk keluar dari lingkaran manipulasi. Terapi psikologis bisa membantu korban memahami pola yang terjadi sekaligus memulihkan rasa percaya diri.

Lebih jauh, edukasi publik mengenai bahaya manipulasi perlu terus digencarkan. Diskusi terbuka di media sosial, seperti yang dilakukan para kreator konten TikTok, menunjukkan bahwa banyak orang baru menyadari dirinya korban setelah mengetahui tanda-tandanya. Kesadaran inilah yang menjadi pintu masuk penting untuk memutus siklus relasi tidak sehat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore