Kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele dapat menghambat kesuksesan jika tidak disadari dan segera diubah
JawaPos.com – Banyak orang bermimpi meraih kesuksesan, tetapi tanpa disadari mereka justru diperlambat oleh kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan. Dalam kacamata psikologi, kebiasaan bukan sekadar perilaku berulang, melainkan pola yang memengaruhi cara berpikir, emosi, dan produktivitas seseorang.
Menurut American Psychological Association (APA, 2009), kebiasaan terbentuk dari jalur saraf di otak yang bekerja secara otomatis. Semakin sering diulang, semakin kuat pola tersebut, baik itu kebiasaan positif maupun yang merugikan.
Itulah sebabnya, perilaku kecil seperti menunda pekerjaan atau kurang disiplin dapat memberi dampak besar terhadap capaian seseorang.
Baca Juga: Benarkah Intuisi Bisa Dipercaya? Fakta Psikologi Tentang Firasat yang Selamatkan dari Bahaya
Kebiasaan Buruk yang Menghambat Kesuksesan
Menunda pekerjaan (prokrastinasi)
Psychology Today (2016) menyebut prokrastinasi adalah musuh utama produktivitas. Seseorang merasa lebih nyaman menunda pekerjaan, padahal hal ini justru menambah beban mental dan menurunkan kualitas hasil.
Kurang disiplin dalam waktu
Binus University (2022) menegaskan bahwa manajemen waktu yang buruk adalah salah satu penyebab kegagalan meraih target. Individu dengan kebiasaan ini sering kehabisan energi sebelum mencapai tujuan penting.
Perfeksionisme berlebihan
Menurut Insights Psychology, terlalu fokus pada kesempurnaan bisa membuat seseorang kehilangan momentum. Alih-alih menyelesaikan pekerjaan, mereka justru terjebak pada detail kecil yang menghambat progres.
Menghindari tantangan
Studi dari The Positive Psychology People menjelaskan bahwa kebiasaan lari dari risiko membuat individu sulit berkembang. Kesuksesan sering kali menuntut keberanian mencoba hal baru, bukan hanya bermain aman.
Kurang menjaga kesehatan mental dan fisik
Artikel di Stekom menekankan bahwa pola tidur buruk, kurang olahraga, hingga stres yang diabaikan dapat menurunkan konsentrasi dan motivasi. Padahal, keberhasilan menuntut energi optimal baik secara fisik maupun psikologis.
Mengapa Kebiasaan Buruk Sulit Dihilangkan?
Psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan terbentuk karena adanya reward system di otak. Misalnya, menunda pekerjaan memberi rasa lega sesaat, sehingga otak menyimpannya sebagai perilaku yang “nyaman”. Namun dalam jangka panjang, perilaku ini merusak konsistensi dan tujuan besar.
Sebuah artikel di Harvard Business Review (2018) menyebut bahwa kebiasaan buruk bertahan karena adanya “loop kebiasaan”—pemicu, rutinitas, dan imbalan. Jika salah satu komponen ini tidak diputus, perilaku akan terus berulang. Maka, strategi efektif untuk berubah bukan sekadar menekan kebiasaan buruk, tetapi menggantinya dengan pola baru yang memberi kepuasan serupa.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
