Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 05.14 WIB

Psikologi Ungkap Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Karir dan Masa Depan, Hati-Hati Kalau Masih Dilakukan!

Kebiasaan buruk yang sering dianggap sepele dapat menghambat kesuksesan jika tidak disadari dan segera diubah

JawaPos.com – Banyak orang bermimpi meraih kesuksesan, tetapi tanpa disadari mereka justru diperlambat oleh kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan. Dalam kacamata psikologi, kebiasaan bukan sekadar perilaku berulang, melainkan pola yang memengaruhi cara berpikir, emosi, dan produktivitas seseorang.

Menurut American Psychological Association (APA, 2009), kebiasaan terbentuk dari jalur saraf di otak yang bekerja secara otomatis. Semakin sering diulang, semakin kuat pola tersebut, baik itu kebiasaan positif maupun yang merugikan.

Itulah sebabnya, perilaku kecil seperti menunda pekerjaan atau kurang disiplin dapat memberi dampak besar terhadap capaian seseorang.

Kebiasaan Buruk yang Menghambat Kesuksesan

  1. Menunda pekerjaan (prokrastinasi)
    Psychology Today (2016) menyebut prokrastinasi adalah musuh utama produktivitas. Seseorang merasa lebih nyaman menunda pekerjaan, padahal hal ini justru menambah beban mental dan menurunkan kualitas hasil.

  • Kurang disiplin dalam waktu
    Binus University (2022) menegaskan bahwa manajemen waktu yang buruk adalah salah satu penyebab kegagalan meraih target. Individu dengan kebiasaan ini sering kehabisan energi sebelum mencapai tujuan penting.

  • Perfeksionisme berlebihan
    Menurut Insights Psychology, terlalu fokus pada kesempurnaan bisa membuat seseorang kehilangan momentum. Alih-alih menyelesaikan pekerjaan, mereka justru terjebak pada detail kecil yang menghambat progres.

  • Menghindari tantangan
    Studi dari The Positive Psychology People menjelaskan bahwa kebiasaan lari dari risiko membuat individu sulit berkembang. Kesuksesan sering kali menuntut keberanian mencoba hal baru, bukan hanya bermain aman.

  • Kurang menjaga kesehatan mental dan fisik
    Artikel di Stekom menekankan bahwa pola tidur buruk, kurang olahraga, hingga stres yang diabaikan dapat menurunkan konsentrasi dan motivasi. Padahal, keberhasilan menuntut energi optimal baik secara fisik maupun psikologis.

  • Mengapa Kebiasaan Buruk Sulit Dihilangkan?

    Psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan terbentuk karena adanya reward system di otak. Misalnya, menunda pekerjaan memberi rasa lega sesaat, sehingga otak menyimpannya sebagai perilaku yang “nyaman”. Namun dalam jangka panjang, perilaku ini merusak konsistensi dan tujuan besar.

    Sebuah artikel di Harvard Business Review (2018) menyebut bahwa kebiasaan buruk bertahan karena adanya “loop kebiasaan”—pemicu, rutinitas, dan imbalan. Jika salah satu komponen ini tidak diputus, perilaku akan terus berulang. Maka, strategi efektif untuk berubah bukan sekadar menekan kebiasaan buruk, tetapi menggantinya dengan pola baru yang memberi kepuasan serupa.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore