Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 22.44 WIB

Jangan Remehkan Pola Tidur! Penelitian Psikologi Ungkap Dampaknya ke Emosi, Stres, dan Kesehatan Mental

Tidur yang berkualitas berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan stabilitas emosi sehari-hari

JawaPos.com – Pola tidur bukan hanya perkara jam berapa seseorang terlelap atau bangun di pagi hari.

Di balik rutinitas sederhana itu, ada mekanisme psikologis yang berperan besar dalam menentukan kualitas kesehatan mental dan emosional.

Menurut Johns Hopkins Medicine, tidur adalah proses biologis penting yang memungkinkan otak memproses informasi, membuang “limbah” seluler, dan memulihkan fungsi tubuh. Saat tidur terganggu, seluruh sistem kognitif dan emosional ikut terdampak.

Apa hubungan tidur dengan psikologi?

Tidur berperan penting dalam regulasi emosi. Harvard Health (2020) mencatat bahwa siklus tidur dan bangun yang tidak teratur dapat memengaruhi mood secara drastis, membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi atau merasa sedih tanpa alasan jelas. Sementara itu, penelitian dari Columbia University Psychiatry menekankan bahwa kurang tidur kronis meningkatkan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Sleep Foundation menjelaskan bahwa otak menggunakan fase tidur REM untuk mengatur memori emosional. Jika fase ini terganggu, seseorang cenderung sulit mengendalikan perasaan dan lebih rentan terhadap stres.

Mengapa pola tidur bisa terganggu?

Ada banyak faktor yang memengaruhi pola tidur, mulai dari stres pekerjaan, paparan cahaya gawai sebelum tidur, hingga kebiasaan konsumsi kafein. Menurut Verywell Mind, teori psikologi mengenai tidur menyebutkan bahwa istirahat malam adalah kebutuhan evolusioner yang membantu manusia bertahan hidup. Saat pola ini tidak terpenuhi, tubuh memberi sinyal lewat gangguan konsentrasi, penurunan energi, hingga perubahan suasana hati.

Selain itu, Halodoc menyebutkan bahwa insomnia sering kali bukan hanya masalah fisik, tapi juga berkaitan erat dengan kondisi mental seperti overthinking, kecemasan, dan trauma psikologis.

Dampak kurang tidur terhadap kesehatan mental

  • Meningkatkan risiko depresi. Studi dalam NCBI Bookshelf (2019) mencatat, penderita insomnia berisiko tiga kali lipat lebih tinggi mengalami depresi dibanding mereka yang tidur cukup.

  • Memicu kecemasan. Tidur yang tidak teratur dapat memperburuk gejala gangguan kecemasan umum (GAD).

  • Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore