Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 01.49 WIB

Alasan Psikologis Di Balik Perilaku Membuang Sampah Sembarangan 

ilustrasi sampah akibat orang membuang sampah sembarang

JawaPos.com — Orang yang suka membuang sampah sembarangan sering dikaitkan dengan istilah SDM (Sumber Daya Manusia) rendah. Pernyataan ini muncul karena minimnya tanggung jawab atas kondisi lingkungan. 

Secara sosial, membuang sampah sembarangan telah disetujui sebagai salah satu perilaku buruk atau tidak terpuji di masyarakat. Namun, masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan baik tidak membuang pada tempat sampah atau dibuang langsung ke tanah kosong dan sungai. 

Perilaku buruk ini berkaitan dengan kondisi psikologis. Berikut faktor-faktor psikologi yang menyebabkan kenapa masih banyak orang membuang sampah sembarangan.

  1. Putusnya Hubungan Emosional dengan Alam

Putusnya hubungan emosional dengan alam semakin terasa di tengah kehidupan yang serba cepat. Hubungan manusia dengan alam mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi dengan alam.

Menurut penelitian psikolog sosial, Wesley Schultz, perilaku dipengaruhi oleh norma sosial dan lingkungan sekitar. Contohnya wilayah yang dibiarkan kumuh karena kurangnya investasi terhadap lingkungan membuat masyarakat sekitar menganggap buang sampah sembarangan adalah hal yang biasa.

Oleh sebab itu, wilayah dengan kondisi lingkungan yang buruk akan semakin memperparah hubungan manusia dengan alam. Akibatnya, seseorang akan merasa terbiasa untuk membuang sampah sembarangan.

Untuk membangun hubungan dengan alam menurut artikel yang dimuat oleh jurnal Medalion, dapat dilakukan kegiatan untuk meningkatkan perasaan memiliki, menghargai dan perhatian terhadap alam. Misalnya mengikuti kegiatan membersihkan pantai, menanam pohon, dan memilah sampah di rumah

  1. Ketakutan dan Kekhawatiran Akan Masa Depan

Membuang sampah sembarangan merupakan wujud dari sikap apatis. Sikap apatis terhadap dampak buruk yang terlalu lama tidak disadari ini akhirnya tercermin dari perilaku membuang sampah sembarangan.

Menurut jurnal Medalion, sikap apatis ini merupakan wujud kecemasan yang mendalam yang seringkali tidak disadari. Rasa cemas ini berasal dari rasa takut akan masa depan dan keberlanjutan hidup manusia. Akibatnya, rasa takut ini terwujud dalam bentuk apatis karena cemas akan masa depan. 

  1. Normalisasi Perilaku Buruk

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore