Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 02.10 WIB

Jika Anda Menunjukkan 8 Perilaku Ini, Anda Adalah Orang Toxic dalam Keluarga Menurut Psikologi

seseorang yang toxic di dalam keluarga (Magnific/prostock-studio) - Image

seseorang yang toxic di dalam keluarga (Magnific/prostock-studio)


JawaPos.com - Keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman untuk pulang—ruang di mana kita merasa diterima, didukung, dan dicintai tanpa syarat. Namun dalam kenyataannya, tidak semua dinamika keluarga berjalan sehat. Terkadang, tanpa disadari, seseorang justru menjadi sumber ketegangan dan luka emosional bagi anggota keluarga lainnya. Dalam psikologi, perilaku seperti ini sering dikategorikan sebagai “toxic”.

Menjadi “toxic” bukan berarti seseorang adalah orang jahat secara permanen. Lebih sering, ini adalah hasil dari pola perilaku yang terbentuk dari pengalaman masa lalu, kurangnya kesadaran diri, atau ketidakmampuan mengelola emosi. Kabar baiknya, perilaku ini bisa dikenali—dan diubah.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 perilaku yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin bersikap toxic dalam keluarga menurut perspektif psikologi:

1. Selalu Ingin Mengontrol Segala Hal

Salah satu tanda paling umum adalah kebutuhan berlebihan untuk mengontrol orang lain. Anda mungkin merasa harus mengatur keputusan anggota keluarga—mulai dari pilihan karier, pasangan, hingga gaya hidup.

Dalam psikologi, ini sering berkaitan dengan kecemasan atau rasa tidak aman. Namun bagi orang lain, perilaku ini terasa mengekang dan melelahkan.

Ciri khasnya:

Sulit menerima keputusan orang lain
Memberi “nasihat” yang sebenarnya berupa paksaan
Merasa paling tahu apa yang terbaik
2. Sering Mengkritik Tanpa Henti

Kritik memang penting jika disampaikan secara konstruktif. Namun jika Anda terus-menerus menemukan kesalahan orang lain tanpa memberikan dukungan, itu bisa menjadi racun dalam hubungan keluarga.

Komentar negatif yang terus diulang dapat merusak harga diri seseorang, terutama jika datang dari orang terdekat.

Contoh:

“Kamu selalu salah.”
“Kenapa sih kamu nggak pernah bisa seperti orang lain?”
3. Bermain Peran sebagai Korban (Victim Mentality)

Orang toxic sering merasa dirinya selalu menjadi korban, bahkan ketika situasinya tidak demikian. Mereka cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai external locus of control—yaitu kecenderungan melihat semua masalah berasal dari luar diri.

Dampaknya:

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore