Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 April 2026 | 22.39 WIB

Orang yang Sangat Tidak Percaya Diri Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku Toxic Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang sangat tidak percaya diri (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang sangat tidak percaya diri (Freepik/pressfoto)


JawaPos.com - Rasa tidak percaya diri adalah sesuatu yang hampir semua orang pernah alami. Namun, ketika perasaan ini terlalu dalam dan berlangsung lama, dampaknya tidak hanya merugikan diri sendiri—tetapi juga bisa memengaruhi orang lain di sekitar. Dalam psikologi, rendahnya self-esteem sering kali memicu pola perilaku yang tanpa disadari menjadi “toxic”.

Yang menarik, orang yang mengalaminya sering tidak sadar bahwa sikap mereka justru menjauhkan orang lain dan memperburuk kondisi mental mereka sendiri.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 perilaku toxic yang sering muncul dari orang yang sangat tidak percaya diri:

1. Terlalu Sering Mencari Validasi

Orang dengan rasa tidak percaya diri yang tinggi cenderung terus-menerus mencari persetujuan dari orang lain. Mereka sulit merasa cukup dengan penilaian diri sendiri.

Misalnya:

Selalu bertanya, “Menurut kamu aku sudah cukup baik belum?”
Merasa gelisah jika tidak mendapat pujian

Dalam jangka panjang, ini bisa melelahkan orang di sekitarnya karena hubungan menjadi terasa berat dan tidak seimbang.

2. Mudah Cemburu dan Membandingkan Diri

Perasaan tidak cukup membuat mereka sering membandingkan diri dengan orang lain—baik dalam hal karier, penampilan, maupun hubungan.

Akibatnya:

Mudah iri dengan keberhasilan orang lain
Sulit merasa bahagia untuk orang lain

Tanpa disadari, ini bisa menciptakan energi negatif dalam hubungan sosial.

3. Overthinking Berlebihan

Setiap hal kecil bisa dipikirkan secara berlebihan. Bahkan interaksi sederhana bisa diartikan negatif.

Contoh:

“Dia tadi balas chat singkat, pasti dia kesal sama aku.”
“Aku salah ngomong, semua orang pasti menganggapku aneh.”

Overthinking ini sering membuat mereka menarik diri dan menjadi sulit berkomunikasi secara sehat.

4. Sering Merendahkan Diri Sendiri

Alih-alih terlihat rendah hati, kebiasaan ini justru bisa menjadi bentuk toxic.

Misalnya:

“Aku mah nggak bisa apa-apa.”
“Aku jelek banget dibanding kamu.”

Orang lain bisa merasa tidak nyaman karena terus dipaksa menyangkal pernyataan negatif tersebut.

5. Takut Mengambil Keputusan

Kurangnya kepercayaan diri membuat mereka ragu dalam menentukan pilihan, bahkan untuk hal kecil.

Dampaknya:

Bergantung pada orang lain
Menyalahkan orang lain ketika hasilnya tidak sesuai harapan

Ini bisa menimbulkan konflik dalam hubungan karena terlihat tidak bertanggung jawab.

6. Defensive (Terlalu Mudah Tersinggung)

Kritik kecil sering dianggap sebagai serangan pribadi.

Reaksi yang muncul:

Langsung marah atau tersinggung
Sulit menerima masukan

Padahal, dalam psikologi, kemampuan menerima feedback adalah bagian penting dari perkembangan diri.

7. People Pleasing Berlebihan

Sekilas terlihat baik, tapi sebenarnya ini juga bisa menjadi perilaku toxic.

Ciri-cirinya:

Sulit berkata “tidak”
Mengorbankan diri sendiri demi menyenangkan orang lain

Ironisnya, ini sering berujung pada rasa lelah, kesal, dan akhirnya menyalahkan orang lain.

8. Menarik Diri Secara Sosial

Karena takut ditolak atau dinilai, mereka memilih menjauh.

Akibatnya:

Menghindari interaksi sosial
Kehilangan kesempatan berkembang

Padahal, isolasi justru memperkuat rasa tidak percaya diri.

9. Sering Berpikir Negatif Tentang Orang Lain

Karena merasa tidak aman, mereka cenderung berasumsi buruk terhadap orang lain.

Contoh:

Menganggap orang lain meremehkan mereka
Curiga berlebihan tanpa bukti

Ini bisa merusak hubungan karena menciptakan jarak emosional.

Kenapa Ini Terjadi?

Menurut psikologi, perilaku-perilaku ini biasanya berasal dari:

Pengalaman masa kecil (kritik berlebihan, kurang dukungan)
Trauma emosional
Pola pikir negatif yang terbentuk lama

Semua ini membentuk “core belief” bahwa diri mereka tidak cukup baik.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Langkah awal yang paling penting adalah kesadaran diri. Setelah itu, beberapa hal yang bisa dilakukan:

Melatih self-compassion (berbaik hati pada diri sendiri)
Mengurangi kebiasaan membandingkan diri
Belajar menerima ketidaksempurnaan
Jika perlu, berkonsultasi dengan profesional (psikolog)
Penutup

Tidak percaya diri bukanlah kelemahan yang harus disembunyikan—tetapi sesuatu yang perlu dipahami dan diperbaiki. Tanpa disadari, rasa ini bisa memunculkan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dengan mengenali tanda-tandanya, kamu sudah selangkah lebih dekat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih sehat secara emosional.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore