Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17.30 WIB

9 Cara Santun Orang Percaya Diri Menetapkan Batasan Diri yang Tegas

Ilustrasi seseorang dengan ekspresi tenang dan percaya diri./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang dengan ekspresi tenang dan percaya diri./Freepik

JawaPos.com - Menetapkan batasan sering dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan atau egois.

Banyak orang kesulitan menolak permintaan, karena takut menyinggung perasaan orang lain. Padahal, batasan diri yang jelas adalah fondasi dari hubungan yang sehat.

Melansir dari Geediting.com Rabu (6/8), orang-orang yang percaya diri memiliki sembilan cara unik.

Mereka dapat menetapkan batasan dengan santun, efektif, dan penuh hormat. Berikut adalah caranya, yang mungkin jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang.

1. Tidak Perlu Menjelaskan Diri secara Berlebihan

Orang percaya diri hanya akan memberikan jawaban sederhana dan lugas tanpa penjelasan rumit. Mereka bisa menolak tanpa perlu merasa bersalah atau defensif. Ini tidak dingin, melainkan menunjukkan kejelasan dan ketegasan.

Sikap ini justru membangun rasa hormat, bukan malah menimbulkan kebencian. Mereka tahu bahwa "tidak" adalah kalimat yang utuh dan sudah cukup.

2. Jadwalkan Prioritas Hidup, Bukan Sekadar Tugas

Mereka memperlakukan nilai-nilai pribadinya sebagai jadwal yang penting dan tidak bisa diganggu gugat. Waktu untuk diri sendiri atau keluarga dilindungi layaknya rapat kantor. Jika sesuatu sangat penting bagi mereka, maka itu bukanlah pilihan.

Cara ini memastikan mereka konsisten menjaga prioritas hidupnya. Tindakan ini merupakan pertahanan diri yang teratur dan sadar.

3. Biarkan Orang Lain Tidak Nyaman dengan Batasan Kita

Orang percaya diri memahami bahwa batasan mereka mungkin membuat orang lain merasa tidak nyaman. Mereka tidak merasa bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Mereka tahu bahwa perasaan orang lain bukanlah urusan mereka.

Mereka membiarkan ketidaknyamanan itu berlalu, tanpa harus menyerah pada batasan mereka. Ini adalah bukti bahwa mereka tidak mencari validasi dari orang lain.

4. Menetapkan Nada Awal Komunikasi

Mereka berkomunikasi di awal sebelum ada ketegangan yang muncul. Contohnya, mereka memberi tahu akan mengambil waktu luang dari pekerjaan atau email pada hari Minggu. Tindakan ini bukan untuk unjuk kekuatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore