Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 02.42 WIB

Orang yang Percaya Diri di Permukaan Tapi Berhati Rapuh Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang percaya diri di permukaan


JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap menemui orang-orang yang tampak sangat percaya diri. 

 
Mereka tampil tenang, berbicara dengan lancar, bahkan tak jarang menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi sosial. 
 
Namun, di balik wajah yang tampak kuat dan penuh keyakinan itu, tak semua dari mereka benar-benar memiliki hati yang kokoh.
 
Baca Juga: Orang yang Introvert Tapi Tak Pernah Kesepian Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Unik Ini Menurut Psikologi

Menurut psikologi, ada orang-orang yang sebenarnya memiliki hati yang rapuh meski di permukaan tampak percaya diri. 
 
Mereka mungkin mengalami kecemasan internal, rasa takut ditolak, atau keraguan terhadap harga diri mereka sendiri, namun menutupinya dengan performa sosial yang mengesankan. 
 
Dilansir dari Geediting pada Rabu (23/7), terdapat 8 perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang seperti ini:
 
Baca Juga: 9 Perilaku Terselubung Pria yang Merasa Hidupnya Hampa Menurut Psikologi

1. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Orang yang berhati rapuh sering memiliki kebutuhan besar untuk diterima dan dicintai oleh orang lain. 
 
Meskipun tampak percaya diri, mereka cenderung mengorbankan kebutuhan pribadi demi menyenangkan orang di sekitar. 
 
Mereka takut mengecewakan atau membuat orang lain tidak suka, karena dalam benaknya, penerimaan sosial adalah bentuk validasi diri.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai people pleasing — perilaku yang sering muncul dari ketidakamanan emosional yang disembunyikan di balik sikap ramah dan terbuka.

2. Terlalu Perfeksionis

Perfeksionisme bisa menjadi topeng bagi rasa tidak aman yang mendalam. 
 
Orang yang percaya diri di permukaan tapi rapuh di dalam sering menetapkan standar tinggi secara berlebihan — baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. 
 
Mereka takut jika tidak sempurna, maka orang lain akan melihat kelemahan mereka yang sebenarnya.

Perfeksionisme ini bukan soal ingin menjadi lebih baik, tapi tentang menghindari kritik dan rasa malu yang mereka anggap akan menghancurkan harga diri mereka.

3. Tak Pernah Mau Mengakui Kesalahan

Alih-alih terbuka terhadap kritik, mereka yang berhati rapuh kerap menolak mengakui kesalahan karena merasa bahwa mengakui kesalahan adalah tanda kelemahan. 
 
Mereka menjaga citra sempurna mereka sekuat mungkin karena takut dinilai tidak cukup baik.

Di baliknya, ada ketakutan besar akan penolakan atau rasa bersalah yang tidak bisa mereka atasi dengan mudah.

4. Sering Mengandalkan Humor Sebagai Pelindung

Menggunakan humor untuk mencairkan suasana atau membuat orang lain tertawa memang menyenangkan, tapi pada sebagian orang, itu adalah mekanisme pertahanan psikologis. 
 
Mereka bercanda atau menertawakan diri sendiri untuk menutupi luka batin atau rasa tidak aman yang mereka alami.

Dalam banyak kasus, humor digunakan untuk menghindari pembicaraan serius tentang perasaan mereka yang sebenarnya.

5. Mudah Tersinggung Namun Tidak Pernah Menunjukkan

Orang berhati rapuh sering mudah merasa tersinggung atau sakit hati, tapi karena ingin menjaga citra kuat dan percaya diri, mereka memilih untuk memendam semuanya sendiri.
 
 Mereka tersenyum di luar tapi remuk di dalam. 
 
Akumulasi emosi yang ditekan ini bisa menyebabkan stres kronis dan kelelahan emosional.

6. Terlalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Meski terlihat percaya diri, mereka sering kali membandingkan hidup, pencapaian, atau penampilan mereka dengan orang lain secara berlebihan. 
 
Perbandingan ini biasanya berujung pada rasa tidak puas atau inferior, yang menunjukkan adanya luka batin atau keraguan diri yang dalam.

Ini sering muncul dalam era media sosial, di mana mereka terlihat bahagia dan sukses, namun hatinya penuh keraguan dan iri yang terpendam.

7. Menyibukkan Diri Secara Berlebihan

Mereka yang rapuh namun ingin menutupi luka batin sering memilih untuk terus sibuk, baik dalam pekerjaan, kegiatan sosial, maupun proyek pribadi. 
 
Kesibukan menjadi cara untuk menghindari keheningan dan menghadapi diri sendiri.

Dalam psikologi, perilaku ini disebut sebagai overcompensation — di mana seseorang berusaha "melarikan diri" dari luka batin dengan aktivitas tanpa henti.

8. Takut Ditolak Tapi Tidak Pernah Menunjukkan Kebutuhan Emosional

Orang yang terlihat percaya diri tapi rapuh sering merasa takut akan penolakan dalam hubungan. 
 
Namun, karena mereka ingin tetap terlihat mandiri dan kuat, mereka tidak pernah secara terbuka menunjukkan kebutuhan emosionalnya.
 
Mereka menahan diri untuk tidak terlalu bergantung, padahal di dalam hatinya sangat merindukan koneksi dan penerimaan.

Hal ini sering membuat mereka merasa kesepian, walau dikelilingi banyak orang.

Kesimpulan: Percaya Diri yang Rapuh adalah Bentuk Perlindungan Diri

Perilaku-perilaku di atas menunjukkan bahwa percaya diri yang terlihat dari luar tidak selalu mencerminkan kekuatan batin yang sebenarnya. 
 
Dalam psikologi, hal ini dianggap sebagai bentuk self-defense mechanism — cara individu melindungi diri dari rasa sakit, penolakan, dan ketidakpastian hidup.

Mereka bukan berpura-pura, melainkan sedang berjuang menyeimbangkan keinginan untuk terlihat kuat dan kebutuhan untuk diterima dan dicintai.

Jika Anda merasa memiliki ciri-ciri tersebut, penting untuk memahami bahwa kerapuhan bukan kelemahan, melainkan bagian alami dari kemanusiaan.
 
Membangun hubungan yang sehat, membuka diri secara perlahan, dan mengembangkan kepercayaan terhadap diri sendiri secara jujur dapat membantu menyembuhkan luka-luka batin yang selama ini tersembunyi di balik topeng kepercayaan diri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore