Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 06.40 WIB

Mengapa Beberapa Orang Sulit Menjalin Pertemanan Akrab Meski Sudah Berusaha Keras? Ini Alasannya

Ilustrasi seseorang yang duduk sendirian di bangku taman, tampak merenung, dikelilingi keramaian namun merasa terisolasi./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang duduk sendirian di bangku taman, tampak merenung, dikelilingi keramaian namun merasa terisolasi./Freepik

JawaPos.com - Ada jenis kesepian unik yang datang dari upaya tanpa hasil, sebuah perasaan yang mendalam. Ini terjadi ketika seseorang terus mencoba menjalin hubungan, namun persahabatan sejati tetap sulit diraih. Perasaan ini bisa sangat menguras energi dan harapan.

Melansir dari Geediting.com Senin (30/6), menjalin persahabatan akrab bukan hanya soal usaha semata.

Sering kali, ada pola tak terlihat yang menghalangi koneksi, baik emosional, psikologis, maupun perilaku.

Berikut adalah sepuluh alasan mengapa beberapa orang kesulitan membangun persahabatan yang mendalam.

1. Membawa Luka Lama dari Hubungan Masa Lalu

Orang yang pernah dikhianati atau disakiti teman sering membawa trauma ke hubungan baru. Mereka mungkin tampak menjaga jarak atau terlalu berhati-hati tanpa menyadarinya sendiri. Rasa takut ini bisa menghambat ikatan baru.

Ini seperti mencoba memeluk seseorang sambil menahan diri. Mereka takut akan pengulangan luka yang sama.

2. Mengacaukan Keramahan dengan Persahabatan Sejati

Bersikap ramah tidak sama dengan memiliki keterbukaan emosional yang sejati. Anda bisa saja bersikap hangat dan sopan, namun tetap tertutup secara emosional. Orang bisa merasakan ketika Anda hanya menampilkan koneksi palsu.

Kedekatan sejati membutuhkan sedikit kerentanan diri. Ini adalah undangan untuk melihat sisi diri yang tidak difilter.

3. Sulit Menjadi Rentan

Persahabatan akrab tidak lahir dari obrolan basa-basi di permukaan. Hubungan ini justru tumbuh dari kebenaran yang dibagikan dan pengakuan diam-diam yang tulus. Dibutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa Anda sedang berjuang.

Jika seseorang takut menjadi rentan, mereka tanpa sengaja menjaga jarak. Ini terjadi karena rasa malu, harga diri, atau takut dihakimi.

4. Terjebak dalam 'Mode Perlindungan Diri'

Jika sistem saraf Anda terbiasa mencari ancaman, bahkan kebaikan pun terasa mencurigakan. Anda mungkin salah menafsirkan lelucon sebagai hinaan atau keterlambatan balasan pesan sebagai penolakan. Kewaspadaan berlebihan ini membuat Anda aman, tetapi juga sendirian.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore