Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Juni 2025 | 04.17 WIB

Pengalaman Masa Kecil Ini Membentuk Seseorang yang Setia Berlebihan pada Hubungan

Ilustrasi seorang anak yang tampak merenung, melambangkan pengalaman masa kecil yang membentuk kepribadian setia berlebihan./Freepik - Image

Ilustrasi seorang anak yang tampak merenung, melambangkan pengalaman masa kecil yang membentuk kepribadian setia berlebihan./Freepik

JawaPos.com - Loyalitas merupakan kualitas yang seringkali dipuji dalam sebuah hubungan, dan itu dengan alasan yang baik. Kualitas tersebut menjadi dasar persahabatan yang mendalam, cinta yang abadi, serta komunitas yang kuat. Namun, seperti hal lainnya, loyalitas bisa berubah menjadi sesuatu yang tidak sehat.

Beberapa orang tidak hanya bertahan dalam suka dan duka, melainkan tetap bertahan ketika suatu hubungan beracun. Mereka setia sampai pada titik yang merugikan diri sendiri.

Melansir dari Geediting.com Minggu (29/6), berikut adalah sepuluh pengalaman masa kecil yang membentuk pola kesetiaan berlebihan.

Berusaha Menjaga Kedamaian Sejak Dulu

Saat suasana rumah tidak dapat diprediksi, kesetiaan terkadang menjadi strategi bertahan hidup. Anak-anak belajar bahwa tetap dekat dapat mengurangi ketegangan keluarga. Sebagai orang dewasa, mereka terus hadir, bahkan ketika itu menyakitkan.

Harus Mengurus Orang Dewasa

Anak-anak yang tumbuh dengan mengasuh orang tua menginternalisasi gagasan bahwa cinta berarti pengorbanan. Mereka sering menjadi terlalu setia dalam hubungan. Tanggung jawab dan cinta telah terjalin dalam diri mereka.

Dipuji karena "Dewasa Sebelum Waktunya"

Anak-anak yang dipuji karena dewasa atau dapat diandalkan sering merasa tertekan untuk memenuhi label tersebut. Mereka belajar bahwa nilai mereka berasal dari kekuatan dan kemantapan. Seiring waktu, ini dapat menjadi kebiasaan memberi terlalu banyak.

Diajari Bahwa Perpisahan Berarti Kegagalan

Beberapa keluarga menyamakan mengakhiri sesuatu, baik hubungan maupun argumen, dengan menyerah. Menjauh dianggap lemah, egois, atau dramatis. Sulit mengetahui kapan loyalitas menjadi berbahaya bagi mereka.

Tidak Diizinkan Memiliki Batasan

Anak-anak yang dihukum karena mengatakan "tidak" sering belajar bahwa batasan berarti penolakan. Sebagai orang dewasa, mereka sulit menjauh. Mereka terlalu lama bertahan dan memberi terlalu banyak.

Memiliki Pengasuh yang Tidak Tersedia Secara Emosional

Ketika kasih sayang tidak terduga saat tumbuh dewasa, banyak anak menjadi sangat setia pada sedikit koneksi yang mereka terima. Mereka belajar untuk mendapatkan cinta. Pola ini tidak hilang seiring bertambahnya usia.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore