Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 21.27 WIB

8 Ciri Orang yang Diam-diam Stalking Mantan Pasangan di Media Sosial Menurut Psikologi

Ciri orang stalking mantan pasangan di media sosial menurut psikologi./Freepik.

JawaPos.com – Tidak semua orang bisa langsung move on setelah hubungan berakhir. Beberapa orang diam-diam masih memantau kehidupan mantan pasangan mereka melalui media sosial.

Menurut psikologi, perilaku ini bisa disebabkan oleh rasa penasaran, keterikatan emosional yang belum tuntas, atau bahkan ketakutan akan perubahan.

Tanpa disadari, ada kebiasaan tertentu yang menandakan seseorang masih sering stalking mantan di media sosial.

Dilansir dari geediting.com pada Rabu (25/6), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri orang yang diam-diam stalking mantan pasangan di media sosial menurut psikologi.

  1. Didorong rasa penasaran

Godaan untuk mencari tahu tentang masa lalu pasangan seringkali dimulai dari rasa ingin tahu yang tampak tidak berbahaya.

Seseorang mungkin berdalih bahwa mengintip media sosial mantan pasangannya hanya sekadar untuk memuaskan keingintahuan, namun perilaku ini bisa berkembang menjadi obsesi yang tidak sehat.

Ketika kebiasaan mengintip media sosial mantan pasangan menjadi rutinitas harian, hal ini sudah melewati batas kewajaran dan berpotensi merusak kesehatan mental hubungan yang sedang dijalani.

Penting untuk menyadari bahwa rasa ingin tahu yang berlebihan seringkali menjadi kedok bagi perilaku obsesif yang memerlukan penanganan.

  1. Tingkat empati yang tinggi

Menariknya, orang yang sering menguntit mantan pasangannya di media sosial justru memiliki tingkat empati yang tinggi. Mereka seringkali membenarkan tindakannya dengan alasan ingin memahami perasaan dan pengalaman mantan pasangan mereka secara lebih mendalam.

Bahkan setelah bertahun-tahun berpisah, mereka masih menaruh perhatian pada kesulitan atau masalah yang dihadapi mantan pasangan. Sayangnya, empati yang berlebihan ini justru bisa mengaburkan batasan yang seharusnya ada, menciptakan keterlibatan emosional yang tidak sehat dengan masa lalu.

  1. Ketakutan akan ditinggalkan

Kebiasaan mengecek media sosial mantan pasangan secara rutin seringkali berakar dari ketakutan mendalam akan ditinggalkan atau digantikan. Perilaku ini memicu kebutuhan kompulsif untuk membandingkan diri dengan mantan pasangan, mencari kepastian bahwa mereka lebih baik atau lebih berhasil.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore