Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 20.46 WIB

Sekali Tukang Bohong, Tetap Tukang Bohong? Ini Kata Penelitian

Ilustrasi seseorang sedang mengisi dokumen keuangan di ruang kerja pribadi, menggambarkan potensi kecurangan dalam kehidupan sehari-hari. (Dok. Canva) - Image

Ilustrasi seseorang sedang mengisi dokumen keuangan di ruang kerja pribadi, menggambarkan potensi kecurangan dalam kehidupan sehari-hari. (Dok. Canva)

JawaPos.com - Pernahkah Anda memergoki seseorang berbohong dan langsung berpikir, "Kayaknya ini bukan pertama kalinya"?

Ternyata, dugaan Anda bisa jadi benar. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology mengungkap bahwa perilaku tidak jujur adalah bagian dari kepribadian seseorang, dan bukan hanya hasil dari situasi tertentu.

Penelitian ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Isabel Thielmann dan melibatkan 1.916 partisipan selama tiga tahun. Dalam periode tersebut, para peserta diuji melalui serangkaian "permainan curang" yang dirancang agar mereka bisa berbohong demi keuntungan pribadi, seperti mendapatkan uang atau menghindari tugas yang membosankan. Menariknya, para peserta bisa berbuat curang tanpa risiko tertangkap, mirip seperti situasi nyata ketika seseorang "memoles" laporan keuangan atau menipu dalam pengisian pajak.

Dilansir dari BoingBoing pada 2 Juni 2025, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan berbohong bukanlah sesuatu yang terjadi sesekali saja. Sebaliknya, ada konsistensi kuat dalam perilaku curang, yang dipengaruhi oleh faktor kepribadian. Para peneliti menemukan bahwa individu dengan skor Honesty-Humility rendah serta yang memiliki sifat kepribadian gelap seperti narsisme dan psikopati, cenderung lebih sering dan lebih konsisten dalam berbuat tidak jujur.

"Bertolak belakang dengan anggapan lama, ternyata terdapat konsistensi signifikan dalam perilaku tidak jujur yang dapat dikaitkan dengan faktor disposisional," tulis para peneliti dalam laporannya. Artinya, bagi sebagian orang, berbohong bukan hanya soal kesempatan, melainkan sudah menjadi bagian dari siapa mereka.

Temuan ini sekaligus menggugat teori lama dalam psikologi yang menyatakan bahwa situasi lebih memengaruhi perilaku daripada kepribadian. Kini, bisa jadi kita harus meninjau ulang pendapat bahwa "orang baik bisa berbuat salah karena keadaan."

Faktanya, menurut penelitian ini, ada orang-orang yang memang lebih cenderung berbohong, dan mereka akan terus melakukannya, apapun situasinya. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore