Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 17.14 WIB

8 Perilaku Canggung yang Sering Dilakukan oleh Orang dengan Kemampuan Sosial Rendah

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan perilaku canggung dalam sebuah situasi sosial di ruang publik, mungkin karena kurangnya keterampilan sosial yang disadari. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan perilaku canggung dalam sebuah situasi sosial di ruang publik, mungkin karena kurangnya keterampilan sosial yang disadari. (Freepik)

JawaPos.com - Mungkin Anda pernah berada dalam situasi yang terasa sedikit canggung ketika berinteraksi dengan orang lain, entah di acara sosial atau pertemuan santai. Kadang, ada pola perilaku tertentu yang dilakukan tanpa disadari oleh sebagian individu, membuat interaksi terasa sedikit kurang mulus atau janggal.

Menariknya, mereka yang memiliki kemampuan sosial kurang terasah sering kali menampilkan kebiasaan ini di muka umum tanpa benar-benar menyadari dampak atau kesannya pada orang lain. Mereka mungkin tidak sengaja membuat situasi menjadi tidak nyaman atau salah paham. Melansir dari Geediting.com Jumat (23/05), berikut delapan perilaku canggung yang umum terjadi.

1. Terlalu Berlebihan Memanfaatkan Ruang Pribadi

Satu di antara perilaku yang dapat membuat orang lain tidak nyaman adalah mendekat terlalu dekat saat berbicara. Individu ini mungkin tidak memahami konsep batas ruang pribadi, sehingga membuat lawan bicara merasa terjebak atau terinvasi dalam percakapan.

2. Salah Membaca Isyarat Non-Verbal

Mereka kerap gagal menangkap atau salah menafsirkan sinyal-sinyal halus dari bahasa tubuh orang lain seperti ketidakminatan atau ketidaknyamanan. Hal ini sering kali mengakibatkan situasi yang tidak pada tempatnya atau percakapan yang terasa satu arah karena isyarat penting terlewatkan begitu saja.

3. Terlalu Banyak Bicara Tentang Diri Sendiri

Menguasai seluruh jalannya obrolan hanya dengan bercerita tentang pengalaman atau pencapaian pribadi bisa membuat orang lain merasa tidak penting. Sebuah percakapan yang sehat dan seimbang seharusnya membutuhkan adanya pertukaran antara berbagi informasi dan juga mendengarkan cerita pihak lain.

4. Kesulitan Menjaga Kontak Mata

Pola kontak mata yang bermasalah, baik itu terlalu sering menghindar maupun terlalu lama menatap, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Padahal, kontak mata yang tepat dan porsinya seimbang sangat krusial untuk membangun keterlibatan serta menunjukkan perhatian dalam setiap interaksi.

5. Mengabaikan atau Menyela Saat Orang Lain Berbicara

Kebiasaan ini secara langsung membuat orang lain merasa tidak didengar atau kurang dihargai dalam sebuah diskusi kelompok. Tindakan memotong pembicaraan orang lain secara tiba-tiba dapat menciptakan penghalang komunikasi yang signifikan dan merusak alur percakapan alami.

6. Lalai Merespons Isyarat Sosial

Mereka cenderung melewatkan sinyal-sinyal halus dalam interaksi sosial seperti perubahan topik, jeda singkat, atau upaya orang lain untuk menyampaikan ide mereka. Ketidakpekaan ini bisa menjadikan pertemuan terasa kaku atau tidak alami karena kurangnya respons timbal balik yang diharapkan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore