Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 07.24 WIB

Orang yang Selalu Menulis Kutipan Filosofis di Caption Postingan Mereka, Memiliki 7 Sifat Khas Ini

Ilustrasi orang yang menulis caption filosofis di media sosial./Pexels. - Image

Ilustrasi orang yang menulis caption filosofis di media sosial./Pexels.

JawaPos.com - Ada sebagian orang yang suka menulis kutipan filosofis di caption postingan mereka, tulisan itu bisa berasal dari tokoh terkenal dunia dan tentunya berhubungan dengan foto atau video yang mereka unggah.

Kutipan filosofis ini tentunya memiliki makna yang cukup mendalam tentang kehidupan, sebagai contohnya dikutip dari laman Instagram @quotes_filsafat, Goenawan Muhammad menyebutkan “Tidur adalah mencintai libur dengan cara sederhana.”

Kutipan tersebut bermakna bahwa tidur adalah kenikmatan yang luar biasa bagi kita untuk menjalani hari “istirahat” dan tidak perlu memaknai liburan dengan cara yang mewah.

Terlepas dari makna-maknanya, dilansir dari laman News Reports pada Minggu (04/05) orang yang selalu menulis kutipan filosofis di caption postingan mereka, ternyata memiliki 7 sifat khas ini :

1. Suka mencari perhatian

Media sosial sebagian besar adalah platform untuk mencari perhatian. Tetapi bagi mereka yang menaburkan postingan dengan kutipan filosofis, kebutuhan akan perhatian sering kali dapat mencapai tingkat yang mengerikan.

Orang-orang ini tidak hanya membagikan makanan atau foto liburan terbaru mereka, tapi juga membagikan kutipan yang mendalam. Seolah-olah dirinya berkata, “Lihatlah aku! Saya tidak hanya bersenang-senang menyeruput mojito di pantai, tetapi saya juga mendalam secara intelektual dan bijaksana.”

Tetapi kenyataannya adalah, ini sering kali terdengar seperti berusaha terlalu keras dan dapat membuat pengikut mereka merasa seperti sedang diajar daripada dilibatkan. Ini adalah bentuk pencarian perhatian yang halus yang bisa sangat menjengkelkan bagi banyak orang.

2. Mereka suka bermain sebagai filsuf

Mereka tidak pernah secara khusus cenderung akademis atau introspektif, tetapi lihatlah bahwa seolah-olah dengan membagikan kutipan-kutipan ini, mencoba meyakinkan pengikutnya bahwa mereka adalah semacam filsuf zaman modern.

3. Kompensasi yang berlebihan

Menariknya, ada fenomena psikologis yang dikenal sebagai kompensasi berlebih. Saat orang-orang mencoba untuk menutupi ketidakcukupan yang dirasakan dengan berlebihan di area lain.

Ini sering dimainkan dengan poster kutipan filosofis kita. Mungkin mereka merasa tidak aman tentang kecerdasan atau kedalaman pemikiran, jadi mereka mengemas postingan media sosial dengan kutipan dari para pemikir hebat.

4. Suka salah paham

Banyak filsuf media sosial sering salah mengutip atau salah memahami kutipan yang mereka gunakan. Mereka mungkin berpikir bahwa dengan berbagi pemikiran yang mendalam, tetapi pada kenyataannya mereka menyebarkan informasi yang salah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore