
Ilustrasi kebiasaan seorang Milenial. (Freepik).
JawaPos.com - Perbedaan generasi adalah hal yang tak bisa dihindari. Setiap generasi tumbuh dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda, termasuk Milenial dan Gen Z yang kini kerap dibandingkan.
Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perbedaan pola pikir, gaya hidup, hingga cara berkomunikasi membuat relasi antar keduanya terkadang kurang selaras. Hal ini menciptakan kesan bahwa generasi Milenial mulai terlihat ‘ketinggalan zaman’ di mata Gen Z.
Bukan soal siapa yang lebih unggul, melainkan bagaimana memahami perbedaan nilai yang dianut masing-masing generasi. Gen Z tumbuh di era yang lebih terbuka dan cepat berubah, sementara Milenial dibentuk oleh masa transisi dari analog ke digital.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (26/4), berikut ini tujuh kebiasaan generasi Milenial yang menurut psikologi bisa membuat mereka tampak tidak relevan di mata generasi Gen Z.
1. Terlalu Bergantung pada Teknologi
Milenial dikenal sebagai generasi yang akrab dengan teknologi. Namun, ketergantungan ini justru bisa menjadi bumerang dalam menjalin koneksi sosial secara langsung.
Berbeda dengan Gen Z yang sudah lahir dalam dunia digital, mereka lebih sadar akan pentingnya keseimbangan antara dunia nyata dan virtual. Ketika Milenial masih terpaku pada layar, Gen Z justru lebih mengutamakan keaslian interaksi tatap muka.
Alih-alih sepenuhnya mengandalkan teknologi, Milenial perlu menggunakannya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti hubungan sosial yang nyata.
2. Terobsesi pada Karier Konvensional
Bagi Milenial, kesuksesan sering kali diukur dari jabatan, gaji tinggi, dan pencapaian karier. Mereka tumbuh dengan dorongan kuat untuk meraih status profesional yang mapan.
Namun Gen Z lebih menekankan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan pekerjaan yang sejalan dengan nilai-nilai pribadi. Bagi mereka, bekerja bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga tentang makna dan kepuasan diri.
Perubahan cara pandang ini membuat pendekatan Milenial terhadap pekerjaan terlihat kaku dan kurang fleksibel di mata Gen Z.
3. Mudah Terjebak FOMO (Fear of Missing Out)
Kebiasaan membandingkan diri lewat media sosial masih kental di kalangan Milenial. Melihat unggahan teman yang liburan atau meraih prestasi bisa memicu rasa iri dan cemas.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
