Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 02.24 WIB

8 Tanda Ada Standar Ganda yang Jelas dalam Pernikahanmu, Meski Kamu Mungkin Tidak Menyadarinya

Ilustrasi standar ganda dalam pernikahan. (Freepik) - Image

Ilustrasi standar ganda dalam pernikahan. (Freepik)

JawaPos.com - Komunikasi dalam pernikahan sering kali berjalan tidak semudah yang dibayangkan. Saat pasangan terlihat kesal atau memberikan silent treatment, umumnya langsung terasa ada masalah.

Namun, tidak semua dinamika rumah tangga terlihat jelas di permukaan. Ada kalanya ketimpangan tersembunyi di balik kebiasaan yang dianggap wajar.

Salah satu ketimpangan itu muncul dalam bentuk standar ganda. Pernikahan seharusnya berjalan setara, tetapi kenyataannya, hal ini tidak selalu terjadi.

Terkadang pasangan merasa semua sudah adil, padahal sebenarnya ada ketidakseimbangan yang luput dari perhatian. Dengan memperhatikan tanda-tanda kecil dan bersikap jujur terhadap kondisi hubungan, ketimpangan ini bisa dikenali lebih awal.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (25/4), berikut delapan tanda umum adanya standar ganda dalam pernikahan yang perlu diwaspadai.

1. Tanggung Jawab yang Tidak Seimbang
Pernikahan pada dasarnya adalah kemitraan. Itu artinya, segala bentuk tanggung jawab—baik pekerjaan rumah, keuangan, maupun beban emosional—idealnya dibagi secara adil.

Namun, ketika salah satu pasangan merasa memikul beban lebih besar sementara pasangannya bisa bersantai, ini pertanda adanya ketimpangan. Begitu pula saat pasangan menuntut pengertian ketika melakukan kesalahan, tetapi sulit memberikan hal yang sama saat situasinya dibalik.

Ketidakseimbangan ini kerap dianggap normal atau bahkan sebagai bentuk pengorbanan, padahal itu bukanlah hal yang sehat. Penting untuk mengevaluasi apakah pembagian peran dan tanggung jawab benar-benar setara.

2. Kebebasan untuk Menjalani Minat Pribadi
Waktu pribadi adalah kebutuhan penting dalam kehidupan rumah tangga. Namun jika hanya satu pihak yang diberi ruang untuk mengejar hobi atau bertemu teman, sedangkan pihak lain harus selalu siap di rumah, ini jelas tidak adil.

Misalnya, jika suami bebas mengikuti kegiatan akhir pekan, tetapi istri dipertanyakan setiap kali ingin mengikuti kelas yoga atau komunitas buku, itu tandanya ada standar ganda.

Kebebasan untuk berkembang secara pribadi seharusnya dimiliki oleh kedua belah pihak. Pernikahan yang sehat memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk tetap menjadi dirinya sendiri.

3. Ketimpangan dalam Keuangan
Urusan keuangan merupakan bagian penting dalam setiap pernikahan. Dalam hubungan yang setara, keputusan finansial dibuat bersama, dengan pertimbangan dari kedua pihak.

Namun jika salah satu pasangan menguasai penuh keuangan dan menentukan penggunaan uang tanpa melibatkan pasangannya, itu merupakan bentuk ketimpangan. Kondisi seperti ini bisa menimbulkan ketegangan dan rasa tidak dihargai dalam jangka panjang.

Riset menunjukkan bahwa ketimpangan keuangan kerap memicu ketidakseimbangan kekuasaan dalam hubungan. Keterlibatan yang setara dalam urusan keuangan adalah fondasi kepercayaan dan rasa hormat.

4. Ekspektasi Sosial yang Tidak Seimbang
Norma sosial kerap memberikan beban berbeda pada pria dan wanita, termasuk dalam kehidupan pernikahan. Contohnya, ketika istri dituntut selalu tampil rapi dan ramah, sementara suami bebas bersantai tanpa tekanan penampilan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore