Ilustrasi seseorang yang menua dengan bahagia (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang menganggap masa setelah usia 65 sebagai awal dari penurunan-masa pensiun, kesehatan yang mulai melemah, dan berkurangnya peran sosial. Namun, sains dan pengalaman hidup banyak orang menunjukkan sebaliknya.
Tahun-tahun setelah usia 65 bisa menjadi periode paling membahagiakan dalam hidup, jika kita memelihara pola pikir dan kebiasaan yang tepat.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (16/4), usia 65 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru yang lebih damai, lebih penuh makna, dan lebih terkoneksi secara emosional jika Anda menerapkan delapan kebiasaan harian berikut ini:
Alih-alih memulai hari dengan keluhan atau kecemasan, biasakan untuk mengawali pagi dengan rasa syukur. Ini bukan sekadar klise-penelitian menunjukkan bahwa orang yang secara aktif bersyukur memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan hidup lebih bahagia.
Setiap pagi, luangkan waktu 5 menit untuk memikirkan tiga hal yang Anda syukuri-besar atau kecil.
Mungkin itu secangkir teh hangat, sinar matahari pagi, atau percakapan menyenangkan kemarin sore.
2. Bergerak Setiap Hari (Tidak Harus Berat)
Anda tidak harus pergi ke gym atau lari maraton. Jalan pagi, berkebun, atau senam ringan di rumah sudah cukup untuk menjaga tubuh aktif dan pikiran tetap tajam.
Aktivitas fisik harian membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan sendi.
Tapi lebih dari itu, gerakan harian juga meningkatkan mood dan memperkuat rasa percaya diri di usia lanjut.
3. Menjaga Koneksi Sosial yang Bermakna
Kesepian adalah salah satu penyebab utama depresi di usia lanjut. Karena itu, penting untuk menjadikan hubungan sosial sebagai bagian dari rutinitas harian.
Telepon teman lama, undang tetangga untuk secangkir kopi, atau ikut komunitas lokal.
Hubungan yang bermakna bukan hanya mengisi hari-hari, tapi juga memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas hidup.
4. Terus Belajar Hal Baru
Otak seperti otot-semakin sering digunakan, semakin kuat jadinya.
Usia 65 ke atas adalah waktu yang sempurna untuk belajar sesuatu yang selama ini Anda tunda: bahasa baru, bermain alat musik, menulis memoar, atau belajar melukis.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
