Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 19.51 WIB

Tanda Orang yang Belum Bisa Pulih dari Luka Masa Lalu, tapi Pintar Menyembunyikannya

Tanda Orang yang Belum Bisa Pulih dari Luka Masa Lalu, tapi Pintar Menyembunyikannya - Image

Tanda Orang yang Belum Bisa Pulih dari Luka Masa Lalu, tapi Pintar Menyembunyikannya

JawaPos.com - Tidak semua luka terlihat di permukaan. Banyak dari kita menjalani hari-hari seperti biasa, tersenyum, tertawa, dan tampak baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang menyimpan rasa sakit yang dalam.

Orang yang belum bisa pulih dari luka masa lalu biasanya punya cara tersendiri untuk menyembunyikan luka tersebut. Bahkan, tak jarang mereka terlihat paling kuat di antara semua orang.

Tapi di balik semua senyuman itu, bisa jadi ada trauma yang belum selesai diproses. Dunia luar hanya melihat versi luarnya yang tampak "baik-baik saja", padahal secara psikologis, mereka sedang berjuang keras.

Dilansir dari Personal Branding Blog pada Selasa (15/4) berikut adalah tanda-tanda umum yang sering muncul pada orang yang belum bisa pulih, tapi lihai menyembunyikannya dari dunia.

1. Mereka Selalu Menolak Membicarakan Masalah Mereka

Penghindaran adalah cara klasik seseorang mencoba menjauh dari rasa sakit. Saat orang yang belum bisa pulih selalu menolak membahas topik tertentu, itu bisa jadi karena mereka belum siap menghadapi luka masa lalu yang masih mengganggu.

Dalam dunia psikologi, ini dikenal sebagai bentuk self-protection. Mereka merasa lebih aman jika tidak membuka luka itu sama sekali.

Tapi hal ini juga membuat proses penyembuhan jadi terhambat, karena menolak untuk menghadapinya sama saja dengan membiarkan luka itu terus berdiam di dalam diri.

2. Sikap Positif yang Berlebihan

Terkadang, seseorang terlihat terlalu ceria untuk kondisi yang sebenarnya sedang tidak baik. Mereka tertawa keras, berbicara penuh semangat, dan selalu terlihat optimis. Tapi, bisa jadi ini hanyalah mekanisme pertahanan.

Dalam psikologi, perilaku ini disebut "toxic positivity" – yaitu saat seseorang memaksakan sikap positif sebagai bentuk penyangkalan terhadap trauma yang belum selesai. Mereka tidak benar-benar sembuh, hanya menutupinya dengan topeng kebahagiaan.

3. Menenggelamkan Diri dalam Kesibukan yang Tiada Habisnya

Jika seseorang tiba-tiba menjadi sangat sibuk – jadwal penuh, kegiatan tanpa henti – bisa jadi itu adalah cara mereka menghindari keheningan. Kesibukan adalah pelarian dari pikiran-pikiran yang menyakitkan.

Dalam banyak kasus, orang yang belum bisa pulih akan menjadikan aktivitas berlebihan sebagai distraksi dari luka masa lalu mereka. Ini terlihat produktif dari luar, tapi secara emosional, mereka sedang lari dari kenyataan.

4. Mereka Jadi Pemurung dan Banyak Diam

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore