Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 April 2025 | 04.38 WIB

7 Perilaku yang Sering Dimiliki Orang Dewasa yang Tumbuh di Lingkungan Penuh Rasa Takut

Ilustrasi ketakutan. - Image

Ilustrasi ketakutan.

JawaPos.com–Waktu kecil, kita selalu merasa waspada. Bukan karena ingin, tapi karena hidup menuntut untuk begitu. Rumah bukan tempat paling aman dan kita belajar untuk membaca situasi, menyembunyikan perasaan, dan memprediksi bahaya yang mungkin datang.

Saat tumbuh dewasa, kita pikir semua rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya. Nyatanya, tidak. Ketakutan di masa kecil bisa berubah jadi kebiasaan di masa dewasa. Tanpa kita sadari, pola pikir dan cara kita memperlakukan diri sendiri, bahkan cara kita menjalin hubungan, terbentuk dari pengalaman-pengalaman awal yang penuh ketidakpastian.

Inilah tujuh perilaku umum yang sering dimiliki orang dewasa yang dibesarkan dalam lingkungan penuh rasa takut, dikutip dari Small Business Bonfire.

1. Susah Percaya Sama Orang Lain

Kalau sejak kecil kamu tumbuh di lingkungan yang penuh tekanan, kepercayaan bukan hal yang mudah. Kamu mungkin pernah dikhianati oleh orang yang seharusnya melindungimu, atau sering merasa tidak aman karena keadaan yang berubah-ubah tanpa peringatan. Ini membuatmu terbiasa menjaga jarak dan tidak mudah membuka diri.

Saat dewasa, pola ini berlanjut. Kamu selalu menaruh curiga, bahkan pada orang yang sebenarnya tulus. Di kepalamu, kamu terus menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk—seperti dikhianati atau ditinggalkan.

Bukannya kamu nggak mau percaya, tapi kamu merasa lebih aman saat waspada. Sayangnya, ini bisa bikin hubungan jadi hambar dan kamu pun merasa sendirian, meski ada banyak orang di sekitarmu.

2. Overthinking Jadi Kebiasaan

Saat kamu tumbuh di lingkungan yang tidak stabil, berpikir panjang adalah bentuk perlindungan diri. Kamu terbiasa memikirkan semua kemungkinan—termasuk yang paling buruk—untuk menghindari kesalahan. Bahkan untuk hal kecil seperti mengirim pesan, kamu bisa menghabiskan waktu lama hanya untuk memastikan tidak ada yang tersinggung.

Namun, kebiasaan ini membuat hidup terasa berat. Otakmu seperti tidak pernah istirahat, selalu memutar ulang adegan, mengkaji ulang keputusan, dan meramalkan skenario yang belum tentu terjadi.

Padahal, kebahagiaan dan ketenangan hanya bisa dirasakan saat kamu berhenti mencoba mengontrol segalanya dan mulai menikmati yang ada di depan mata.

3. Penuh Keraguan pada Diri Sendiri

Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh tekanan biasanya tumbuh dengan banyak keraguan. Mereka terbiasa merasa salah, takut gagal, dan mempertanyakan kemampuan sendiri.

Bahkan saat sudah dewasa dan berhasil dalam banyak hal, suara di dalam kepala tetap berkata Kamu nggak cukup baik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore