
Ilustrasi orang menonton berita (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Beberapa orang tidak bisa jauh dari tayangan favoritnya. Ketika mencari tontonan di tengah jam istirahat, mereka sering sering kembali menonton acara TV atau tayangan drama series yang sama.
Faktanya, kebiasaan ini bukan sekedar untuk bernostalgia. Menurut psikologi, kebiasaan ini memiliki makna yang lebih dalam dari apa yang tampak. Seperti halnya pilihan makanan atau cara mengikat sepatu, kebiasaan menonton ini dapat mengungkapkan banyak hal tentang kepribadian seseorang.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri psikologi dari orang-orang yang menonton acara TV atau drama series yang sama berulang-ulang.
1. Pencari kenyamanan
Kita semua mencari kenyamanan dengan cara kita sendiri. Bagi sebagian orang, hal itu dapat berupa secangkir teh hangat di hari hujan, sedangkan bagi yang lainnya, hal itu adalah bersantai sambil membaca buku bagus.
Namun bagi sekelompok orang tertentu, kenyamanan ini datang dari menonton ulang acara TV favorit mereka. Psikolog menyebut ini sebagai 'menonton ulang nostalgia.' Ini pada dasarnya adalah cara untuk menghidupkan kembali kegembiraan dan kenyamanan yang dialami pertama kali.
Itu adalah jaring pengaman, dunia yang sudah dikenal di mana kita tahu apa yang diharapkan, tidak seperti kenyataan yang tidak dapat diprediksi yang kita jalani. Seperti yang pernah dikatakan oleh psikolog terkenal Dr. Carl Jung.
“Konflik yang paling intens, jika diatasi, akan meninggalkan rasa aman dan tenang yang tidak mudah terganggu.” Tampaknya para penonton ulang memanfaatkan filosofi ini dengan memilih hal yang sudah dikenal daripada hal yang baru.
2. Penggemar rutinitas
Ada alasan mengapa banyak di antara kita yang menonton acara TV yang sama berulang-ulang. Ini bukan hanya tentang konten acaranya, tetapi juga tentang rutinitas dan struktur yang dibawanya ke dalam kehidupan kita.
Orang yang menonton ulang acara sering kali adalah mereka yang menemukan kenyamanan dan pelipur lara dalam rutinitas. Menonton ulang acara favorit kita adalah bentuk penguatan positif.
Ini adalah sebuah ritual yang memberi kita kesenangan yang dapat diprediksi dan dengan demikian menjadi bagian dari rutinitas harian kita.
3. Penghubung emosional
Kita menjalin hubungan yang mendalam dengan karakter-karakter di acara favorit kita. Kita akan tertawa bersama mereka, menangis bersama mereka, dan bahkan merayakan kemenangan mereka seolah-olah kemenangan kita sendiri.
Investasi emosional ini adalah tentang hubungan manusiawi yang kita rasakan dengan karakter fiksi. Seperti yang dikatakan psikolog Abraham Maslow, "Kita tidak berada dalam posisi di mana kita tidak memiliki apa pun untuk dikerjakan. Kita sudah memiliki kapasitas, bakat, arahan, misi, dan panggilan."

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
