Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 22.48 WIB

Tak Terucap dengan Kata, tapi 7 Sikap Ini Memperlihatkan Bahwa Saudara Anda Tak Sepenuhnya Senang atas Pencapaian Anda

Ilustrasi seseorang yang tak sepenuhnya senang atas pencapaian saudaranya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang tak sepenuhnya senang atas pencapaian saudaranya. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam hubungan saudara, kita sering berharap ada dukungan tanpa syarat dan kegembiraan tulus atas setiap pencapaian kita.

Namun, realita tak selalu seindah itu. Meskipun tak ada kata-kata yang terang-terangan menyatakan rasa iri atau ketidaksenangan, sikap dan gestur kecil bisa berbicara banyak tentang perasaan seseorang.

Artikel ini akan mengajak Anda mengenali beberapa sikap halus yang mungkin menunjukkan bahwa saudara Anda, meski terlihat biasa saja, sebenarnya belum tentu sepenuhnya bahagia melihat keberhasilan Anda.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Sabtu (5/4), berikut merupakan 7 sikap yang memperlihatkan bahwa saudara Anda tak sepenuhnya senang atas pencapaian Anda.

1. Mereka Sering Meragukan Tujuan atau Rencana Hidup Anda

Kalau setiap kali Anda cerita soal rencana masa depan atau impian yang sedang Anda kejar, lalu mereka merespons dengan nada pesimis atau meragukan, seperti, “Yakin kamu bisa?” atau “Jangan muluk-muluk deh,” itu bisa menjadi sinyal bahwa mereka tidak ingin Anda berhasil.

Padahal, orang yang tulus biasanya akan mendukung dan menyemangati. Komentar negatif seperti itu bisa jadi cerminan dari rasa takut mereka bahwa Anda akan melangkah lebih jauh dan meninggalkan mereka.

Rasa iri kadang membuat seseorang ingin menjaga ‘posisi aman’ mereka dengan cara meredam semangat orang lain. Jika saudara Anda sering melakukan ini, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa terancam dengan impian Anda.

2. Mereka Membuat Setiap Pencapaian Jadi Ajang Kompetisi

Jika setiap kali Anda meraih sesuatu, saudara Anda langsung membandingkan dengan prestasi mereka atau malah menantang dengan rencana yang lebih besar, bisa jadi mereka menganggap hubungan kalian sebagai ajang kompetisi.

Misalnya, Anda bilang akan liburan ke luar negeri, mereka langsung berkata, “Aku juga, malah tahun depan rencananya ke Eropa, loh.”

Walaupun sedikit kompetisi bisa memotivasi, tapi jika selalu ingin unggul dan tidak pernah bisa memberi apresiasi penuh atas pencapaian Anda, itu bisa membuat hubungan menjadi tegang.

Mereka merasa harus terus membuktikan diri bahwa mereka juga ‘hebat’, sehingga tidak mau terlihat kalah dalam hal apa pun.

Jika hal ini terus dibiarkan, Anda bisa merasa lelah karena merasa seperti harus bersaing terus-menerus padahal Anda hanya ingin berbagi kebahagiaan.

3. Mereka Mengalihkan Perhatian ke Diri Sendiri

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore