
Ilustrasi pria yang susah move on. (freepik.com/freepik)
JawaPos.com - Move on merupakan fase melepaskan seseorang serta kenangannya, khususnya hal ini berlaku pada hubungan asmara. Tapi untuk melakukan move on memang cukup sulit bagi sebagian besar orang.
Namun dilansir dari laman Klik Dokter, studi dari Binghamton University di Amerika Serikat dan University College London di Inggris mengatakan, patah hati dan penyesalan yang dialami pria setelah putus cinta terbilang cukup lama.
Meskipun mereka telah melupakan kenangan atau orangnya, tapi penyesalan yang dirasakan pria cukup berkepanjangan.
Dilansir dari laman News Reports pada Senin (17/03) kenali 7 tanda bahwa pria sulit melepaskan masa lalunya, di antaranya adalah :
1. Terus-menerus memutar ulang cedera lama
Salah satu tanda kunci bahwa seorang pria sulit melepaskan masa lalunya adalah jika dia selalu memunculkan luka-luka lama. Setiap orang memiliki hari-hari yang buruk dan semua orang mengalami masa-masa sulit.
Tetapi ketika seorang pria terjebak di masa lalu, dia berulang kali mengunjungi kembali pengalaman menyakitkan ini, seolah-olah terjebak dalam lingkaran video mental, memutar ulang adegan menjengkelkan yang sama berulang kali.
Ini bukan hanya tentang mengingat kejadian-kejadian ini, tapi tentang beban emosional yang menyertai mereka. Kepahitan, kebencian, dan kemarahan, semuanya diangkat kembali setiap kali dia mengunjungi kembali saat-saat ini.
2. Menyimpan dendam untuk waktu yang lama
Tanda lain yang mengungkapkan adalah ketika dia menyimpan dendam untuk jangka waktu yang lama. Bahkan ketika situasinya membutuhkan pengampunan atau pengertian, mereka berjuang untuk melepaskan perasaan negatif yang terkait dengan kesalahan masa lalu.
Memegang dendam seperti itu adalah indikasi yang jelas bahwa dia tidak melepaskan masa lalu, membuatnya pahit dan kesal. Terkadang, kemampuan untuk memaafkan membuat seseorang lebih tenang dan tidak menyiksa diri sendiri.
3. Terlalu defensif
Ketika seorang pria menyimpan kebencian dari pengalaman masa lalu, dia sering menjadi terlalu defensif. Seolah-olah selalu waspada, serta siap untuk menangkis serangan yang dirasakan.
Menariknya, penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang terjebak di masa lalu cenderung merasakan ancaman di tempat yang tidak ada. Mereka lebih cenderung salah mengartikan komentar atau tindakan sebagai kritik pribadi.
Sikap defensif ini sering kali berasal dari rasa sakit dan kekecewaan masa lalu, itu adalah cara untuk melindungi dirinya dari mengalami rasa sakit yang sama. Alih-alih melindunginya, itu hanya memicu kepahitan dan kebenciannya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
