Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 16.23 WIB

Ladies Jangan Tertipu! 5 Tanda Seorang Pria Bukanlah Orang yang Sangat Jujur Menurut Psikologi, Salah Satunya Suka Menghindari Kontak Mata Langsung

Ilustrasi seorang pria diam-diam selingkuh. (Freepik)

 

JawaPos.com - Saya ingat pernah bertemu seseorang di pertemuan seorang teman yang tampak terlalu menawan. Awalnya, saya mengabaikannya. Tetapi seiring berjalannya malam, saya perhatikan dia dengan terampil menghindari pertanyaan-pertanyaan tertentu dan mengubah topik pembicaraan setiap kali percakapan menjadi pribadi.

Itu membuat saya bertanya-tanya seberapa sering kita mengabaikan sinyal halus yang mungkin mengungkapkan kejujuran seseorang. Melalui rasa ingin tahu saya sendiri dan keinginan untuk menjaga transparansi dalam pernikahan dan persahabatan saya.

Saya telah membaca cukup banyak tentang hal ini. Dalam artikel ini, saya ingin membagikan lima tanda kunci bahwa seorang pria mungkin bukan orang yang sangat jujur, menurut psikologi.

1. Dia menghindari kontak mata langsung 

Salah satu tanda pertama yang sering saya lihat adalah keengganan untuk menatap mata seseorang. Meskipun tidak semua orang yang berjuang dengan kontak mata tidak jujur, polanya patut diperhatikan.

Seorang teman dekat pernah memberi tahu saya bagaimana pasangannya akan melirik ke mana-mana, kecuali matanya setiap kali muncul pertanyaan besar, seperti keuangan atau hubungan masa lalu.

Dia mengatakan rasanya seperti dia "mencoba melarikan diri agar terlihat sepenuhnya," dan itu cocok dengan perilaku tidak jujur lainnya yang muncul kemudian.

Perhatikan seberapa konsisten atau tidak konsistennya kontak mata seseorang saat membahas topik yang sensitif. Kecenderungan berulang untuk berpaling mungkin menandakan masalah yang lebih dalam dengan kejujuran.

2. Kisahnya terus berubah

Tanda ketidakjujuran lainnya adalah narasi yang terus berubah. Dia mungkin membicarakan masa lalunya dengan satu cara pada hari Senin, lalu membagikan versi yang sama sekali berbeda pada hari Jumat. 

Ini bisa berupa detail kecil yang berubah-seperti di mana dia dulu bekerja atau ketidakkonsistenan yang lebih besar tentang siapa yang terlibat dan apa yang sebenarnya terjadi.

Jika cerita seorang pria terus berkembang, itu mungkin menunjukkan bahwa dia tidak nyaman memberikan cerita berbasis kenyataan. Untuk memperjelas, penyimpangan memori memang terjadi.

Kita semua lupa tanggal atau mengacaukan anekdot. Tetapi jika perubahannya sering dan besar, itu adalah tanda bahaya yang potensial. Anda layak mendapatkan komunikasi yang transparan, terutama dalam hubungan dekat.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore