
Petugas medis membawa siswa SMPN 1 Mojoanyar yang diduga menjadi korban keracunan MBG ke dalam ruang perawatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/10). (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto).
JawaPos.com - Belasan siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap menu sate ayam di dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Mereka dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) menyebutkan, dari total sasaran sekitar 1.500 siswa dalam pengiriman MBG secara bersamaan di SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar, sebanyak 15 pelajar mengalami gejala mual, muntah, dan diare dan harus dirawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Hingga Rabu (7/10) kemarin, dua siswa masih dirawat di Puskesmas Gayaman untuk menjalani perawatan medis. Sementara 13 lainnya sudah dipulangkan setelah kondisinya berangsur membaik. Secara keseluruhan, jumlah sasaran penerima manfaat SPPG Jabon, Kecamatan Mojoanyar sebagai dapur penyuplai MBG mencapai 2.919 siswa.
Noviana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar mengaku dirinya mulai mengalami mual, muntah, dan diare sejak Selasa (6/10) malam. Setelah sehari sebelumnya ia mengonsumsi menu MBG berupa sate ayam.
”Rasanya mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10). Makan MBG sate ayam Selasa (6/10). Baru terasa malam, sekarang masih terasa tidak enak perutnya,” ujar Noviana, dilansir Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), Kamis (8/11).
Menurutnya, menu makanan MBG tersebut disantap sekitar pukul 13.30 WIB. Ia juga merasakan sesuatu yang berbeda dari rasa ayam yang dikonsumsinya. ”Rasa ayamnya ada rasa pahit,” katanya.
Keluhan serupa turut diungkapkan Chacha Kirana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar. Chacha mengaku mulai merasakan perut mulas dan diare pada Selasa (6/10) malam. ”Tadi pagi (kemarin, Red) mules, cuma memang sempat makan cireng di kantin tadi (kemarin, Red) pagi. Kalau mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10),” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyatakan, menu MBG yang didistribusikan pada pukul 10.50 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 13.00 WIB itu terdiri dari ayam, bumbu kacang, dan acar. Sehingga dinkes mengeklaim dari segi produksi dan distribusi waktu tersebut terbilang masih aman.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengungkapkan, dugaan keracunan tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Dari total sekitar 1.500 penerima manfaat, keluhan kesehatan dilaporkan ke dinkes dialami 27 anak, dan 15 di antaranya sempat dilarikan ke puskesmas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022