Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 18.41 WIB

Belasan Siswa di Mojokerto Alami Mual Hingga Diare usai Santap Menu Sate Ayam dalam Paket MBG 

Petugas medis membawa siswa SMPN 1 Mojoanyar yang diduga menjadi korban keracunan MBG ke dalam ruang perawatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/10). (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto). - Image

Petugas medis membawa siswa SMPN 1 Mojoanyar yang diduga menjadi korban keracunan MBG ke dalam ruang perawatan Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/10). (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto).

JawaPos.com - Belasan siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap menu sate ayam di dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Mereka dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) menyebutkan, dari total sasaran sekitar 1.500 siswa dalam pengiriman MBG secara bersamaan di SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar, sebanyak 15 pelajar mengalami gejala mual, muntah, dan diare dan harus dirawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). 

Hingga Rabu (7/10) kemarin, dua siswa masih dirawat di Puskesmas Gayaman untuk menjalani perawatan medis. Sementara 13 lainnya sudah dipulangkan setelah kondisinya berangsur membaik. Secara keseluruhan, jumlah sasaran penerima manfaat SPPG Jabon, Kecamatan Mojoanyar sebagai dapur penyuplai MBG mencapai 2.919 siswa. 

Noviana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar mengaku dirinya mulai mengalami mual, muntah, dan diare sejak Selasa (6/10) malam. Setelah sehari sebelumnya ia mengonsumsi menu MBG berupa sate ayam. 

”Rasanya mual, muntah sama diare sejak malam Selasa  (6/10). Makan MBG sate ayam Selasa (6/10). Baru terasa malam, sekarang masih terasa tidak enak perutnya,” ujar Noviana, dilansir Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), Kamis (8/11).

Menurutnya, menu makanan MBG tersebut disantap sekitar pukul 13.30 WIB. Ia juga merasakan sesuatu yang berbeda dari rasa ayam yang dikonsumsinya. ”Rasa ayamnya ada rasa pahit,” katanya. 

Keluhan serupa turut diungkapkan Chacha Kirana, siswi kelas IX SMPN 1 Mojoanyar. Chacha mengaku mulai merasakan perut mulas dan diare pada Selasa (6/10) malam. ”Tadi pagi (kemarin, Red) mules, cuma memang sempat makan cireng di kantin tadi (kemarin, Red) pagi. Kalau mual, muntah sama diare sejak malam Selasa (6/10),” jelasnya. 

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyatakan, menu MBG yang didistribusikan pada pukul 10.50 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 13.00 WIB itu terdiri dari ayam, bumbu kacang, dan acar. Sehingga dinkes mengeklaim dari segi produksi dan distribusi waktu tersebut terbilang masih aman. 

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengungkapkan, dugaan keracunan tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Dari total sekitar 1.500 penerima manfaat, keluhan kesehatan dilaporkan ke dinkes dialami 27 anak, dan 15 di antaranya sempat dilarikan ke puskesmas. 

Editor: Kuswandi
Sumber: Radar Mojokerto
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore