
Tersangka dugaan korupsi TPPU yangjuga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Usai mendampingi kliennya Febrie Adriansyah, Febri Diansyah mengungkap duduk perkara atas kasus yang menjerat mantan jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus (jampidsus) tersebut. Dia membeber beberapa persoalan hukum yang kini tengah dihadapi.
Mantan juru bicara (jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyampaikan bahwa di awal proses hukum berjalan, terbit 3 surat perintah penyidikan (sprindik) dari Polri. Semua kasus itu lantas diserahkan oleh pihak kepolisian kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).
”Dari 3 sprindik tersebut, ada 1 penetapan tersangka. Jadi, ada 4 dokumen yang dari Polri ke Kejaksaan Agung, 3 sprindik umum dan 1 surat penetapan tersangka,” ucap Febri pada Jumat tengah malam (24/7).
Dalam 3 sprindik dari Polri, Febrie sudah menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait dengan proses hukum ASABRI. Setelah menerima ketiga sprindik itu, Kejagung menerbitkan 3 sprindik umum dan 1 sprindik baru terkait dengan TPPU. Sehingga total ada 4 sprindik.
”Kejaksaan Agung menerbitkan 3 sprindik umum, dan tadi ada tambahan 1 penetapan tersangka untuk dugaan atau indikasi TPPU,” terang dia.
Dalam penanganan kasus-kasus yang menjerat kliennya, Febri berharap fakta-fakta dipilah secara jernih. Menurut dia, Febrie menyadari secara penuh posisinya bukan lagi jampidsus di Kejagung. Sehingga sebagai warga negara yang baik, dia berkomitmen menjalani proses hukum sesuai aturan dan ketentuan.
”Ada satu poin yang juga tadi disampaikan bahwa Pak FA (Febrie) sangat berharap, karena beliau kan tidak lagi menjadi jampidsus, beliau adalah salah satu warga negara seperti yang lainnya, Pak FA sangat berharap fakta-fakta bisa dipilah secara jernih dan juga proses hukum ini berjalan secara adil,” imbuhnya.
Kepada awak media, Febri meminta agar tuduhan yang dialamatkan oleh penyidik kepada kliennya dalam kasus tersebut disampaikan secara terang. Di sisi lain, dia memastikan kliennya menjalani proses hukum secara kooperatif seperti yang berlangsung kemarin.
”Pak FA sudah menjalaninya secara kooperatif, datang dan menjawab semua pertanyaan, dan bahkan juga dilakukan proses penahanan. Tentu kami sangat berharap semua pihak bisa betul-betul menyaring dan mengawal proses ini agar berjalan secara benar, secara hukum,” harapnya.
Khusus pemeriksaan kemarin, Febrie dipanggil oleh Kejagung atas sprindik bernomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026. Sprindik itu terbit pada 20 Juli 2026 dan dikhususkan pada penanganan kasus dugaan TPPU. Dia datang sebagai saksi dan selesai menjalani pemeriksaan sudah tersangka dan menjadi tahanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022