
Terdakwa kasus dugaan korupsi chromebook, Ibrahim Arief alias Ibam, menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4). (Muhamad Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan konsultan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ibrahim Arief alias Ibam mengaku menerima intimidasi saat menjalani proses hukum dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook. Ibam mengaku dipaksa untuk mengakui apa yang tidak dilakukannya dalam pengusutan kasus tersebut.
"Satu hal yang buat saya tanda tanya paling besar ya, pada tanggal 24 Juli 2025, saya dikontak. Saya dikontak dan diminta untuk hal yang sangat membingungkan," kata Ibam dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4).
"Saya diminta waktu itu untuk membuat pernyataan yang mengarah ke atas, dengan ancaman kalau saya tidak bisa membuat pernyataan seperti itu maka perkaranya akan diperluas," sambungnya.
Ia mengungkapkan, intimidasi itu diterima sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, pada 24 Juli 2025. Padahal, saat itu dirinya sudah menderita sakit jantung, sehingga dirinya harus beradu argumen dengan penyidik.
"Ketika saya masih memilih hak untuk menunda pemanggilan karena saya ada penyakit jantung, saya harus beradu argumen soal penyakit jantung, udah ada diagnosa, udah ada surat, saya dipaksa datang ke pemeriksaan," cetusnya.
Ibam menegaskan, saat proses pemeriksaan dirinya dipaksa untuk memberikan pengakuan. Namun, pihak Kejaksaan menyatakan akan memperluas pengusutan kasus dugaan korupsi chromebook.
Lebih lanjut, Ibam menduga intimidasi itu mengakibatkan dirinya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi chromebook.
"Jawabannya simpel waktu itu, 'Oke, akan kami perluas'. Tiga minggu kemudian saya dinyatakan tersangka," bebernya.
Dalam kesempatan ini, Ibam menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook. Ibam yang kini berstatus tahanan kota, karena riwayat penyakit jantung menegaskan bahwa dakwaan dan tuntutan 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dirinya tidak berdasar.
"Saya perlu garis bawahi di sini ya, buat saya perkara ini jelas, saya adalah korban kambing hitam para pejabat-pejabat pengadaan yang hendak menyalahkan konsultan. Dan semua tuduhan terbantahkan ketika kebenaran muncul dari bukti-bukti persidangan," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
