
Ilustrasi KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Pengusaha rokok merek HS, Muhammad Suryo, mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (2/4). Ketidakhadirannya menimbulkan tanda tanya karena tidak disertai alasan resmi.
Pengamat intelijen, Sri Radjasa, menilai bahwa ketidakhadiran pihak yang dipanggil dalam kasus korupsi besar kerap memicu spekulasi publik.
“Dalam banyak kasus, ketika seseorang tidak memenuhi panggilan tanpa alasan jelas, publik akan mempertanyakan apakah ada hambatan dalam proses penegakan hukum,” kata Sri Radjasa, Jumat (3/4).
Muhammad Suryo diketahui merupakan pemilik pabrik rokok merek HS di bawah Surya Group Holding Company. Ia dipanggil sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengaturan cukai rokok di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan.
Menurut Sri Radjasa, rekam jejak kasus yang pernah menyeret nama Muhammad Suryo membuat ketidakhadirannya kali ini semakin memicu kecurigaan publik. Ia juga menyinggung dugaan keterkaitan dengan aktivitas tambang ilegal PT AKT, yang disebut dimiliki beneficial owner Samin Tan.
"Jangan-jangan ini bagian dari grand scenario untuk ‘menyelamatkan’ yang bersangkutan oleh backing besar di institusi hukum,” ujarnya.
Sri menambahkan, dalam kasus korupsi korporasi berskala besar, kerap muncul dugaan keterlibatan oknum pejabat sebagai pelindung.
Kasus peredaran pita cukai ilegal dan suap di Bea Cukai disebutnya sebagai perkara besar dengan potensi kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Ia menegaskan, di tengah kondisi ekonomi yang tertekan akibat dinamika global, pelaku korupsi seharusnya diposisikan sebagai pengkhianat negara. Ia juga mendorong penegakan hukum tegas terhadap pihak yang melindungi koruptor demi keuntungan pribadi.
Pemanggilan Muhammad Suryo berkaitan dengan penyidikan dugaan manipulasi pembayaran cukai rokok di DJBC. KPK menduga adanya praktik penggunaan pita cukai dengan tarif lebih rendah untuk menghindari kewajiban pembayaran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
