
Ilustrasi petugas gabungan membakar barang bukti berupa rokok ilegal.
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) tengah menangani kasus dugaan korupsi cukai rokok di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keungan. Dalam perkara ini, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan kepada 3 pengusaha rokok.
Pengamat intelijen Sri Rajasa meminta KPK bersikap tegas dalam pengusutan kasus ini. Sebab, korupsi sektor rokok ini diyakini menimbulkan kerugian besar bagi negara.
"Ini adalah dugaan kejahatan yang berpotensi menyentuh jantung korupsi, penyalahgunaan kewenangan, dan tindak pidana pencucian uang. Karena itu, penanganannya tidak boleh berhenti pada penertiban di permukaan. KPK harus memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan untuk membongkar seluruh rantai dugaan penyimpangan," kata Rajasa, Rabu (1/4).
Dia menjelaskan, kasus ini memiliki dampak yang begitu luas. Termasuk ke ranah tata kelola industri tembakau.
Baca Juga:Kompak Tak Naik, Berikut Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP AKR per 1 April 2026
"Bila ada dugaan bahwa keuntungan dari penyimpangan cukai dialirkan atau diputihkan, maka TPPU ( Tindak Pidana Pencucian Uang) bukan lagi isu tambahan, melainkan bagian inti dari konstruksi perkara," imbuhnya.
Atas dasar itu, KPK perlu bersikap tegas dalam penindakan kasus ini. Pengekan hukum harus menyasar hingga ke akar permasalahan.
"KPK dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan kini berada di satu titik yang menentukan, membuktikan bahwa perang terhadap korupsi di sektor cukai rokok bukan operasi kosmetik, melainkan pembongkaran menyeluruh. Jangan berhenti di oknum. Jangan puas pada pelaku lapangan. Masuklah ke struktur korporasi, telusuri pemberinya dan bongkar pengendalinya serta ikutin aliran dananya," tegasnya.
Menurut Rajasa, peredaran rokok ilegal harus menjadi perhatian besar pemerintah. Kondisi ini menandakan adanya sistem pengawasan yang kurang maksimal.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
