Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 April 2026 | 22.17 WIB

Rencana Tambah Layer Cukai Rokok Jadi Perdebatan, Diyakini Bikin Konsumsi Rokok Murah Meningkat

Ilustrasi cukai rokok. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi cukai rokok. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana pemerintah menambah layer tarif cukai rokok dalam struktur cukai hasil tembakau (CHT) menuai perdebatan. Kebijakan ini dikhawatirkan tidak menyelesaikan persoalan rokok ilegal, malah membuat pergeseran konsumsi ke rokok murah.

Ketua Center of Human dan Development (CHED) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Roosita Meilani Dewi mengatakan, penambahan layer cukai tidak sebata menyentuh akar persoalan peredaran rokok ilegal. Pasalnya rokok ilegal tidak sebatas merugikan kerugian negara, tapi juga merusak pasar.

“Pengawasan rokok ilegal dan kebijakan tarif harus berjalan beriringan. Ini adalah dua hal yang sama-sama penting dan harus dilakukan secara bersamaan, bukan hanya salah satu,” kata Roosita, Selasa (21/4).

Roosita menilai, penambahan layer SKM murah berpotensi memperparah fenomena downtrading. Fenomena ini akan merusak pasar dan pelemahan pengawasan.

“Penambahan layer lebih murah untuk SKM bukan solusi bagi fenomena downtrading, bahkan menunjukkan pemerintah akan mendorong downtrading lebih marak, karena downtrading terjadi karena layer rokok kita terlalu kompleks,” imbuhnya.

Penambahan layer cukai tidak akan menekan konsumsi rokok. Melainkan akan membuat pergeseran konsumsi terhadap rokok yang lebih murah.

“Dapat dipastikan konsumsi hanya akan beralih saja bukan dikurangi. Karena masyarakat akan mengurangi konsumsi jika rokok mahal. Apalagi dengan layer lebih rendah dengan cukai lebih rendah tentu harga bisa dijangkau masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Project Lead for Tobacco Control dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Beladenta Amalia menilai, indikasi downtrading sudah terlihat dalam struktur yang ada saat ini. 

“Dengan delapan layer saja, tanpa ada tambahan layer baru SKM yang tarifnya lebih murah sudah banyak perpindahan konsumsi dari layer yang atas, dari SKM 1 atau dari Sigaret Putih Mesin (SPM) ke layer yang bawah-bawahnya,” kata Beladenta.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore