
Ilustrasi cukai rokok. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana pemerintah menambah layer tarif cukai rokok dalam struktur cukai hasil tembakau (CHT) menuai perdebatan. Kebijakan ini dikhawatirkan tidak menyelesaikan persoalan rokok ilegal, malah membuat pergeseran konsumsi ke rokok murah.
Ketua Center of Human dan Development (CHED) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD), Roosita Meilani Dewi mengatakan, penambahan layer cukai tidak sebata menyentuh akar persoalan peredaran rokok ilegal. Pasalnya rokok ilegal tidak sebatas merugikan kerugian negara, tapi juga merusak pasar.
“Pengawasan rokok ilegal dan kebijakan tarif harus berjalan beriringan. Ini adalah dua hal yang sama-sama penting dan harus dilakukan secara bersamaan, bukan hanya salah satu,” kata Roosita, Selasa (21/4).
Roosita menilai, penambahan layer SKM murah berpotensi memperparah fenomena downtrading. Fenomena ini akan merusak pasar dan pelemahan pengawasan.
Baca Juga:Jejak Budaya Betawi Dikenalkan ke Kreator Asia Tenggara Lewat Festival di Kota Tua Jakarta
“Penambahan layer lebih murah untuk SKM bukan solusi bagi fenomena downtrading, bahkan menunjukkan pemerintah akan mendorong downtrading lebih marak, karena downtrading terjadi karena layer rokok kita terlalu kompleks,” imbuhnya.
Penambahan layer cukai tidak akan menekan konsumsi rokok. Melainkan akan membuat pergeseran konsumsi terhadap rokok yang lebih murah.
“Dapat dipastikan konsumsi hanya akan beralih saja bukan dikurangi. Karena masyarakat akan mengurangi konsumsi jika rokok mahal. Apalagi dengan layer lebih rendah dengan cukai lebih rendah tentu harga bisa dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Sementara, Project Lead for Tobacco Control dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Beladenta Amalia menilai, indikasi downtrading sudah terlihat dalam struktur yang ada saat ini.
“Dengan delapan layer saja, tanpa ada tambahan layer baru SKM yang tarifnya lebih murah sudah banyak perpindahan konsumsi dari layer yang atas, dari SKM 1 atau dari Sigaret Putih Mesin (SPM) ke layer yang bawah-bawahnya,” kata Beladenta.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
