
Ilustrasi: Pemusnahan rokok ilegal. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didukung mengusut tuntas kasus dugaan korupsi cukai rokok yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan. Penegakan hukum yang tegas menjadi kunci pemberantasan rokok ilegal.
Pengamat kebijakan publik Ronny Bako mengatakan, perlu ada sinkronisasi antara produksi dan distribusi pita cukai. Secara ideal, jumlah pita cukai yang dikeluarkan harus sesuai dengan jumlah rokok yang diproduksi.
“Kalau diproduksi satu juta batang, maka pita cukai yang keluar juga harus satu juta. Tapi di lapangan sering kali tidak seperti itu. Di situ muncul celah,” ujar Ronny, Selasa (21/4).
Celah ini yang menjadi persoalan maraknya rokok ilegal. Pelanggaran juga ditengarai oleh kebijakan Pemerintah untuk terus menaikkan tarif cukai, sehingga harga rokok legal di pasaran semakin mahal. Efeknya, masyarakat akan beralih mengkonsumsi rokok ilegal yang berharga lebih murah.
Pelanggaran cukai saat ini variatif, baik penyalahgunaan personalisasi, salah peruntukan, penggunaan pita cukai bekas, pemalsuan pita cukai, hingga polos tanpa pita cukai yang semakin meningkat tiap tahunnya hingga mencapai 13,9% pada 2025.
Lemahnya pengawasan membuat celah pelanggaran terjadi, termasuk potensi gratifikasi kepada pejabat pemerintah. Untuk menyelesaikan persoalan ini, perlu ada peningkatan pengawasan di level daerah dan monitoring di tingkat pusat.
Dalam konteks tersebut, langkah KPK sebagai sinyal kuat bahwa pelanggaran cukai bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan kejahatan ekonomi serius. Ketika sudah ada unsur manipulasi distribusi pita cukai dan potensi kerugian negara, penanganannya tidak cukup hanya melalui sanksi administratif.
“Kalau sudah ada unsur gratifikasi dan kerugian negara, ini jelas masuk tindak pidana dan kejahatan ekonomi. Penanganannya harus secara hukum,” jelas Ronny.
Dengan harga yang lebih murah, rokok ilegal banyak diminati masyarakat. Mereka terkadang tidak memperhatikan keberadaan pita cukai selama produk tersedia dan terjangkau.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
